Ketua Umum PSSI Lepas Timnas Indonesia ke Turki

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan melepas timnas Indonesia yang akan melakukan pemusatan latihan dan menggelar uji coba di Turki.

Prosesi pelepasan dilakukan di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 11 November 2021. Iriawan didampingi Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, Anggota Komite Eksekutif Haruna Soemitro serta Juni Rahman, Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, Wakil Sekretaris Jenderal Maaike Ira Puspita, Direktur Teknik Indra Sjafri, dan Direktur Utama PT. LIB Ahmad Hadian Lukita.

Skuad Garuda akan menjalani pemusatan latihan di Turki hingga 1 Desember mendatang. Selain latihan, Evan Dimas dan kawan-kawan akan melakoni dua laga uji coba internasional melawan Afghanistan pada 16 November dan Myanmar pada 25 November.

“Saya bahagia sekali bisa bertemu dan melepas timnas Indonesia yang akan berangkat ke Turki malam ini untuk menjalani pemusatan latihan dan dua uji coba internasional melawan Afghanistan tanggal 16 November (FIFA match day) serta myanmar 25 November 2021 (FIFA A match) mendatang,” ujar Iriawan, di laman resmi PSSI.

PSSI memilih Turki karena disana para pemain akan mendapatkan fasilitas lapangan dan hotel yang bagus di Antalya. Tentu ini akan menunjang untuk peningkatan performa pemain. Setelah pemusatan latihan di Turki, Skuad Garuda akan berlaga di ajang piala AFF Suzuki 2020 di Singapura.

Pada ajang tersebut Indonesia tergabung di Grup B dan memulai laga pada tanggal 9 Desember 2021 dengan melawan Kamboja. Setelah melawan Kamboja, pada tanggal 12 Desember 2021 melawan Laos, 15 Desember 2021 Vietnam, dan 19 Desember 2021 versus Malaysia.

“PSSI terus mendukung penuh semua program dari pelatih Shin Tae-yong demi raihan prestasi terbaik timnas indonesia, dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah terutama Menpora, Zainudin Amali yang terus-menerus membantu dan mendukung penuh kami,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini