Wapres Bertolak ke Papua untuk Buka Perparnas XVI 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin telah bertolak ke Papua menggunakan Pesawat Boeing 737- 400 TNI AU untuk membuka Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Tahun 2021 di Stadion Mandala, Jayapura, Jumat 5 November 2021. Ia didampingi oleh Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin dan rombongan lainnya terbang dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta. Rombongan tersebut berangkat pada pukul 06.00 WIB atau 07.00 WITA.

Dikutip dari keterangan sekretariat wakil presiden, sebelum tiba di Papua, pesawat yang ditumpangi Ma’ruf transit terlebih dahulu di Pangkalan Udara TNI AU Sultan Hasanuddin, Makassar untuk pengisian bahan bakar selama sekitar empat puluh lima menit.

Saat tiba di Makassar, Ma’ruf akan disambut oleh Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman beserta Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Usai pengisian bahan bakar, Ma’ruf dan rombongan kembali melanjutkan penerbangan menuju Papua pada pukul 10.05 WITA atau 11.05 WIT.

Setelah menempuh penerbangan total kurang lebih lima jam lima puluh lima menit, Ma’ruf dan rombongan diperkirakan tiba di Bandar Udara Sentani Kabupaten Jayapura pada pukul 14.40 WIT.

Di Bandara Sentani, Ma’ruf akan disambut oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Ridwan Rumasukun beserta Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Papua. Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy akan menyambut di pintu masuk holding room bandara.

Kemudian, Ma’ruf menuju Swiss-Belhotel di Jl. Pasifik Permai, Jayapura dengan berkendaraan mobil untuk bersiap meresmikan pembukaan Peparnas XVI Tahun 2021 di Stadion Mandala yang dijadwalkan dimulai pada pukul 19.00 WIT. Keesokan harinya, sebelum kembali ke Jakarta, Wapres diagendakan meninjau Situs Tugu Mac Arthur terlebih dahulu.

Selain Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin, turut serta dalam rombongan pesawat Plt. Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah, dan Arif Rahman, serta Tim Ahli Wapres M. Fadil Hasan dan Farhat Brachma.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini