Masih Banjir Dukungan Usai Terjerat Skandal Aborsi, Netizen Kecam Fans Kim Seon Ho

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya masih dihebohkan dengan skandal yang melibatkan aktor Korea Selatan, Kim Seon Ho. Namanya pun kini menjadi trending topic nomor satu di Twitter.

Di tengah kasus tersebut, bintang Start Up ini nyatanya masih banjir dukungan dari para fans. Padahal, Seon Ho telah buka suara dan mengakui perbuatan tersebut.

“Apa pun yang terjadi, aku masiu dukung oppa.”

“Semangat oppa, i still love you.”

“Tetep support anak baik.”

Begitulah cuitan para fans di Twitter. Sayangnya, hal tersebut justru memancing reaksi para netizen.

Mereka geram lantaran fans masih membela Kim Seon Ho yang jelas-jelas memaksa sang mantan pacar melakukan aborsi. Netizen kesal karena seharusnya Seon Ho tidak didukung dengan demikian.

“Gila masih ada aja yang dukung cowok yang nyuruh aborsi.”

“Aktingnya bagus, sampe satu dunia ketipu.”

“Kalo masih ada yang bela tukang aborsi kesel banget sumpah.”

Sementara itu, Kim Seon Ho telah buka suara terkait isu yang menimpanya. Ia mengaku ketakutan dan meminta maaf yang sebesar-besarnya pada publik dan juga sang mantan pacar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini