Begini Mimpi Jokowi untuk NTT Setelah Lihat Batu Cermin

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Usai mengunjungi kawasan Taman Nasional Komodo, tepatnya di Pulau Rinca, Kamis 11 Juli 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana bertolak menuju Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jokowi bermimpi di tempat-tempat itu akan terbangun sebagai kawasan wisata terutama karena Batu Cermin merupakan salah satu daya tarik wisata NTT, selain Labuan Bajo dan komodo.

“Disebut Gua Batu Cermin karena rongga di atasnya bisa menjadi lorong cahaya yang memantul di dinding gua. Pemerintah hendak mengembangkannya menjadi kawasan wisata dengan pusat belanja kreatif, dll.,” ujar Jokowi dalam pernyataan tertulisnya, Jum’at 12 Juli 2019.

Pemerintah juga akan menjadikan pelabuhan khusus wisata yang hanya untuk disandari oleh kapal-kapal wisatawan yang berkunjung ke daerah Labuan Bajo itu.

Presiden beserta rombongan kemudian kembali ke Bandara Komodo untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 14.30 WITA.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan ini antara lain Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini