Dormice, Hewan Pengerat Mirip Tikus yang Jadi Santapan Favorit Mafia Italia!

Baca Juga

MATA INDONESIA, ROMA – Setidaknya tiga orang ditangkap di Calabria, Italia selatan yang merupakan jantung dari mafia Ndrangheta, setelah ditemukan dormice beku yang kabarnya merupakan santapan favorit para mafia di wilayah tersebut.

“Ndrangheta dilayani dengan dormice – spesies yang dilindungi, selama perjamuan rekonsiliasi yang diadakan untuk membawa perdamaian antara keluarga yang bertikai,” demikian dikatakan organisasi perlindungan satwa liar LIPU, melansir South China Morning Post.

“Polisi menemukan beberapa spesies hewan di dalam kandang selama penggerebekan narkoba di kota Delianuova, bersama dengan lebih dari 200 dormice beku yang dikemas untuk dijual dan dikonsumsi,” kata surat kabar lokal.

Perburuan dormice liar tersebar luas di pegunungan Aspromonte di Calabria. Di mana para pemburu memasang ribuan jebakan di hutan dan menjual dormice tangkapan secara ilegal kepada mafia dan restoran, kata LIPU.

Dormice tampaknya merupakan makanan lezat di Roma kuno. Dan kini, dormice yang merupakan hewan pengerat mirip tikus itu menjadi makanan favorit para mafia di Negeri Pizza.

Mafia Ndrangheta – yang berbasis di wilayah Calabria Italia, telah melampaui Cosa Nostra yang lebih terkenal di Sisilia untuk menjadi kelompok mafia paling kuat di Italia dan beroperasi di seluruh dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini