Alih Profesi, Kim Minju Tolak Tawaran HYBE untuk Girl Group Baru

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mantan member IZ*ONE, Kim Minju baru saja menolak tawaran dari HYBE untuk membentuk girl group baru. Kabarnya ia lebih memilih untuk fokus terjun ke dunia akting.

Melansir dari Newsen, pihak HYBE telah membuat pernyataan resmi pada 23 September yang berisikan tentang konfirmasi lebih lanjut untuk tandatangan kontrak artis baru. Namun mereka masih bungkam dan belum ada pernyataan resmi lanjutan.

Namun pihak Urban Work Entertainment juga telah mengonfirmasi bahwa hal tersebut benar adanya. Mereka juga mengonfirmasi bahwa Kim Minju akan fokus terjun ke dunia perfilman.

Kim Minju masih dalam naungan agensi Urban Works dan sedang mengikuti beberapa audisi proyek akting. Menurut laporan, Ki Minju awalnya tidak ada niatan untuk menjadi idol tetapi menjadi aktris.

Sebelumnya ia debut sebagai idol dari program audisi ‘Produce 48’ dan membentuk girl group IZ*ONE. Namun grup tersebut resmi bubar pada 29 April 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini