Waspada, Ramalan BMKG Hari Ini Jakarta Bagian Selatan Berpotensi Banjir

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – BMKG telah mengeluarkan ramalan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Minggu 26 September 2021.

BMKG memprediksi pagi ini seluruh wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu akan berawan.

Untuk siang hari, cuma Jakbar dan Jaksel yang diguyur hujan disertai petir. Jaktim bakal hujan ringan. Jakus akan berawan. Sementara wilayah lainnya bakal cerah berawan.

Namun, BMKG tetap memberikan peringatan bagi warga yang tinggal di Jakbar, Jaksel dan Jaktim.

“Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Jakbar, Jaksel dan Jaktim pada sore dan malam hari. Waspada potensi banjir di Jakarta bagian selatan,” tulis BMKG.

Selanjutnya di malam hari, Jakbar, Jakpus dan Jakut bakal dihajar hujan intensitas sedang. Sementara, Jaksel, Jaktim dan Kepulauan Seribu akan diguyur hujan ringan.

Kemudian untuk dini hari, Jakbar, Jakut dan Kepulauan Seribu akan diguyur hujan ringan. Wilayah lainnya akan berawan.

Adapun suhu udara Ibu Kota berkisar antara 24 derajat sampai 32 derajat celsius. Kelembaban udara berkisar 75 sampai 95 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini