Energi Panas Bumi Dongkrak Perekonomian Daerah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemanfaatan energi panas bumi mampu mendongkrak dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah salah satunya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang mempunyai banyak sumber energi panas bumi.

“Potensi energi panas bumi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi tentunya harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik, karena sumber energi ini lebih bersih dan yang terpenting mampu mendongkrak perekonomian daerah,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif.

Menurutnya, diharapkan pengeboran perdana ini bisa dilaksanakan secara maksimal, sehingga bisa menambah cadangan energi bersih di dalam sistem energi nasional.

Jika awal pengeboran ini bisa dimaksimalkan tentunya mampu menarik investor yang bisa menciptakan multiplier effect berupa kegiatan ekonomi di wilayah Kecamatan Cikakak dan sekitarnya.

Tentunya, dalam proyek pemanfaatan sumber energi panas bumi ini warga sekitar harus dilibatkan, sehingga nantinya setelah ada investor yang tertarik terjadi kegiatan ekonomi di daerah ini (Kecamatan Cikakak).

Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman mengatakan Kabupaten Sukabumi memiliki banyak lokasi sumber energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian daerah khususnya masyarakat.

Maka dari itu dengan diresmikannya pengeboran slim hole panas bumi di Kecamatan Cikakak diharapkan bisa berdampak terhadap peningkatan perekonomian warga Kabupaten Sukabumi khususnya Kecamatan Cikakak.

“Diharapkan pemanfaatannya bisa berjalan lancar dan kami pun meminta dukungan dari masayrakat,” katanya.

Ia pun meyakini jika proyek pemanfaatan energi panas bumi ini berjalan dengan lancar maka akan mendukung pembangunan infrastruktur daerah, kesejahteraan dan yerjadi multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini