Mulia! Pilot Ini Berkeliling Mengajar di Pesisir Timur Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mengajar biasanya dilakukan oleh guru yang bertugas mendidik murid-murid di sekolah untuk menimba ilmu yang bermanfaat. Hal itu dilakukan agar anak-anak bangsa bisa memiliki pendidikan dan moral untuk bekal di masa depan.

Namun, apa jadinya jika kegiatan mengajar justru dilakukan oleh seorang pilot? Seperti yang dilakukan pria ini.

Ia adalah Kapten Rangga Pamudi. Dalam acara Hai Indonesia yang diadakan di Mata Milenial Indonesia TV, Kapten Rangga dikenal sebagai pilot yang memilik hati mulia.

Bagaimana tidak, Rangga disebut sebagai pilot yang sangat konsen dengan pendidikan anak-anak di Indonesia Timur. Hal ini bermula dari pengalaman Rangga saat bekerja yang ditugaskan untuk mendarat di pelosok negeri.

“Suatu hari saya ditugaskna untuk menerbangkan pesawat kecil. Dari yang biasanya kita mendarat di bandara yang besar, di Eropa di Asia, ini harus mendarat di bandara pelosok,” kata Rangga.

Mulanya, Rangga diajak oleh salah seorang temannya mengunjung taman baca di suatu pulau kecil. Di sana, ia mulai terinspirasi untuk mengajarkan dan memberi ilmu untuk anak-anak pelosok.

Lebih lanjut, Rangga mengatakan kondisi pendidikan di sana cukup memprihatinkan. Buku dan sarana belajar mengajar kurang diperbaharui sehingga menyulitkan anak-anak mendapat pelajaran yang sesuai.

Meski serba terbatas, Rangga mengatakan antusias anak-anak untuk belajar sangatlah tinggi. Meski hanya membawakan buku seadanya, mereka bisa menerima dan semnagat untuk terus belajar.

Rangga pun berharap agar anak-anak di pelosok Indonesia bisa semakin lebih baik, dan mereka bisa mendapatkan pendidikan yang sepadan dan sesuai untuk bekal mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

UU PPRT Disambut Hangat, Buruh Apresiasi LangkahNyata Pemerintah

Oleh: Donny Hutama )*Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) menjadi tonggak penting dalam perjalanan kebijakanketenagakerjaan nasional. Regulasi ini tidak hanya menandai hadirnyanegara dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja sektordomestik, tetapi juga menjadi jawaban atas aspirasi panjang yang telahdiperjuangkan selama lebih dari dua dekade.Momentum pengesahan UU PPRT disambut hangat oleh kalangan buruhyang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah konkret pemerintahdalam menghadirkan keadilan. Dukungan ini mencerminkan adanyakepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah yang semakin responsifterhadap kebutuhan pekerja, khususnya kelompok yang selama ini beradadi sektor informal.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, memandang pengesahan UU PPRT sebagai kemenangan bagipekerja rumah tangga di seluruh Indonesia. Ia menilai kehadiran regulasiini menjadi bukti nyata bahwa negara telah memberikan perlindunganyang layak setelah proses perjuangan yang panjang. Ia juga menekankanbahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari komunikasi intensif antarapemerintah dan serikat pekerja yang berlangsung secara konstruktif.Lebih lanjut, Andi Gani mengungkapkan bahwa dialog yang terjalin antarapemerintah, parlemen, dan kalangan buruh sebelumnya telah membukaruang pembahasan berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk RUU PPRT. Menurut Andi Gani, proses tersebut menunjukkan bahwa pendekatankolaboratif mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak padakepentingan masyarakat luas.Di sisi lain, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menilai pengesahan UU PPRT sebagai tonggak sejarah bagi pekerja sektor domestik. Ia menegaskanbahwa regulasi ini merupakan wujud pelaksanaan amanat konstitusi yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan danpenghidupan yang layak. Dengan demikian, negara memiliki kewajibanuntuk memastikan seluruh pekerja, termasuk pekerja rumah tangga, mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.Puan juga menekankan bahwa UU PPRT membawa perubahanmendasar dalam struktur hubungan kerja pekerja rumah tangga. Hubungan yang sebelumnya bersifat informal kini diarahkan menjadihubungan kerja formal yang memiliki kepastian hukum. Langkah ini dinilaipenting untuk memberikan pengakuan yang lebih kuat terhadap profesipekerja rumah tangga sebagai bagian dari sistem ketenagakerjaannasional.Regulasi tersebut turut mengatur berbagai aspek penting, seperti bataswaktu kerja yang wajar, hak atas waktu istirahat, serta hak cuti dalamberbagai kondisi. Selain itu, perlindungan terhadap keselamatan dankesehatan kerja juga menjadi perhatian utama dalam undang-undang ini. Pemerintah dipandang memiliki peran strategis dalam memastikanimplementasi kebijakan tersebut berjalan efektif di lapangan.Puan menilai bahwa kehadiran UU PPRT juga memberikan kepastian bagipemberi kerja dalam menjalankan hubungan kerja yang lebih profesional. Dengan adanya aturan yang jelas, potensi konflik dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis danberkeadilan.Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, melihatpengesahan UU PPRT sebagai bentuk nyata dari semangat emansipasiperempuan yang terus hidup hingga saat ini. Ia menilai bahwa tanpaperlindungan hukum, gagasan emansipasi hanya akan menjadi retorikatanpa makna. Oleh karena itu, kehadiran UU...
- Advertisement -

Baca berita yang ini