Salut! Pengusaha Ini Tak Cuma Berikan Bonus untuk Greysia/Apriyani, tapi Juga Anthony Ginting dan Pelatih

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Salah satu pengusaha di Tanah Air, Lukas Buntoro, memberikan apresiasi atas pencapaian ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Melihat penampilan luar biasa yang disuguhkan Greysia/Apriyani selama Olimpiade hingga meraih medali emas, membuat Lukas tergerak untuk memberikan apresiasi berupa satu unit Apartment B Residence Serpong yang bernilai Rp680 juta untuk keduanya.

“Sebetulnya saya belum pernah bertemu dengan Greysia/Apriyani. Hanya saja saya teman ayahnya Greysia sudah lama, ada di satu komunitas. Tetapi saya sudah mengikuti perkembangan bulutangkis Indonesia, terutama saat Greysia/Apriyani tampil di Olimpiade,” ujarnya, dikutip dari laman PB Djarum.

“Jujur, kalau di Olimpiade Tokyo kemarin saya benar-benar ngikutin mereka itu sejak perempat final. Sebenarnya secara teknik menurut saya Greysia/Apryani ada di bawah lawan-lawannya. Tetapi yang saya lihat itu perjuangan dan mental mereka. Dan itu yang menjadi dasar kenapa saya ingin memberikan apresiasi. Saya melihat perjuangan mereka itu luar biasa sekali,” katanya.

Lukas mengaku awalnya tak ada niat memberikan bonus. Tapi, tiba-tiba secara spontan tergerak untuk memberikan apresiasi setelah melihat penampilan Greysia/Apriyani di final.

“Saya spontan saja ingin memberikan apresiasi pada mereka. Karena saya senang melihat daya juang mereka di lapangan. Mereka membuktikan bahwa untuk mendapatkan medali emas di Olimpiade itu tidak gampang. Tetapi jika punya semangat tinggi, pasti bakal membuahkan hasil,” ucapnya.

Tidak hanya Greysia/Apriyani, sang pelatih, Eng Hian pun bakal diberikan satu unit apartemen tersebut. Selain itu, asisten pelatih ganda putri utama Chafidz Yusuf, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 Anthony Sinisuka Gintning, dan juga pelatihnya Hendry Saputra bakal diganjar bonus masing-masing Rp100 juta.

Jadi jika dijumlahkan, Lukas akan menggelontorkan apresiasi senilai total Rp2,3 M lebih bagi para atlet dan pelatih bulutangkis yang berprestasi di Olimpiade Tokyo 2020. Rencananya, pemberian apresiasi itu bakal dilaksanakan pada 18 Agustus 2021 mendatang, di B Residence BSD, dengan protokol kesehatan yang ketat dan tamu undangan terbatas.

“Acara penyerahannya nanti tanggal 18 Agustus setelah hari kemerdekaan, di B Residence – BSD. Kita acara di tempat terbuka, dengan prokes ketat, dan semua tamu yang datang termasuk legend, kita minta untuk di swab terlebih dahulu,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini