Awas, 22 Wilayah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Cuaca ekstrem akan kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia, Senin 2 Agustus 2021.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem terutama di 22 wilayah. Diperkirakan, sejumlah wilayah akan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga disertai angin kencang dan kilat/petir.

Deputi Bidang Meteorologi menyampaikan adanya daerah Konvergensi terpantau memanjang dari Aceh hingga Selat Malaka, di Semenanjung Malaysia, di Sumatera Barat, di Bengkulu, dari perairan Selatan NTB hingga Jawa Timur, dari Pesisir Selatan Jawa Timur hingga Jawa Tengah, di NTT bagian Timur.

Kemudian memanjang dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur, di Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, di Laut Sulawesi, di Maluku dan di Papua.

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Berikut wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem:

– Sumatera Barat

– Riau

– Bengkulu

– Jambi

– Sumatera Selatan

– Lampung

– Banten

– Jawa Barat

– Jawa Timur

– Kalimantan Barat

– Kalimantan Tengah

– Kalimantan Utara

– Kalimantan Selatan

– Sulawesi Utara

– Sulawesi Tengah

– Sulawesi Barat

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah:

– Aceh

– DKI Jakarta

– Sulawesi Selatan

– Papua Barat

Wilayah yang berpotensi angin kencang adalah:

– Bali

– Maluku

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perjuangkan Kesejahteraan Buruh dan Petani, Dani Eko Wiyono Siap Maju Calon Bupati Sleman Melalui Jalur Independen

Mata Indonesia, Sleman - Alumni aktivis 98 sekaligus aktivis yang selalu menyuarakan aspirasi buruh/pekerja Daerah Istimewa Yogyakarta, Dani Eko Wiyono ST. MT ini bertekad maju bakal calon bupati Sleman dalam Pilkada Sleman nanti. Dani menilai, hingga saat ini, mayoritas kehidupan buruh masih sangat jauh dari kata sejahtera. Buruh masih dianggap hanya sebagai tulang punggung ekonomi bangsa tanpa diperjuangkan nasib hidupnya.
- Advertisement -

Baca berita yang ini