Tanpa Covid-19, Alhamdulillah Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 Sukses

Baca Juga

MATA INDONESIA, JEDDAH – Menteri Kesehatan Saudi Arabia, Tawfiq Al-Rabiah menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan sukses tanpa adanya kasus infeksi Covid-19 yang diidentifikasi.

“Saya ingin mengumumkan bahwa haji tahun ini berhasil, tanpa adanya infeksi virus corona atau penyakit epidemi lainnya yang dilaporkan,” kata Tawfiq Al-Rabiah, melansir Arab News.

Tawfiq mengungkapkan bahwa kesuksesan tersebut tak lepas dari banyak faktor. Seperti kerajaan dan pemerintah Arab Saudi yang begitu peduli dalam menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah.

Adapula Kementerian Kesehatan yang mempersiapkan Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi untuk musim haji tahun ini sedemikian rupa. Ini termasuk, tambah Tawfiq, beberapa rumah sakit, pusat kesehatan dan ambulans yang sangat lengkap yang dikelola oleh tenaga medis, teknis dan administrasi.

Tawfiq mengatakan bahwa semua lembaga pemerintah yang berpartisipasi dalam melayani jemaah haji telah melakukan upaya besar dalam melaksanakan rencana kesehatan haji untuk memastikan keselamatan dan untuk mencegah infeksi Covid-19 selama musim haji tahun ini.

Pada kesempatan yang sama, Tawfiq juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Raja Salman dan Putra Mahkota, Mohammed bin Salman atas dukungan tak terbatas kepada Kementerian Kesehatan dan staf, serta semua otoritas, dan lembaga pemerintah yang ambil bagian dalam ibadah haji tahun ini.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Penjaga Dua Masjid Suci dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas perhatian dan keinginan mereka untuk mengerahkan semua kemampuan dalam melayani para Tamu Allah dan memfasilitasi segalanya bagi mereka untuk melakukan haji dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini