Pemerintah Kejar 70 Juta Warga Indonesia Sudah Divaksin pada September

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah akan melatih ratusan ribu bidan dan mahasiswa untuk menjadi vaksinator atau penyuntik vaksin Covid19 agar pada September 2021 mencapai 70 juta orang yang tervaksin.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD.

“Utk mencapai 70 jt tervaksin September ini, Pemerintah akan melatih ratusan ribu bidan dan mhs kedokteran sbg vaksinator,” ujar Mahfud seperti terpantau di akun media sosialnya, Minggu 18 Juli 2021.

Pelatihan itu menurut Mahfud sangat diperlukan sebab melakukan vaksinasi bukan sekadar menyuntikkan vaksin tetapi harus diperiksa kondisi kesehatan penerima vaksin seperti tekanan darah, kimia darah dan sebagainya.

Sebab, jika sembarangan menyuntik vaksin tanpa memperhatikan kondisi kesehatan tersebut justru akan berbahaya bagi penerimanya.

Jadi memang membutuhkan orang-orang yang paham dengan masalah kesehatan untuk bisa menjadi vaksinator.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini