Surat Permohonan Bantuan Pemprov DKI Jakarta Rusak Wibawa Pemerintah Pusat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Luhut Binsar Panjaitan diminta segera menginvestigasi surat permintaan bantuan kepada kedutaan besar negara sahabat yang ada di Jakarta untuk penanganan Covid19 di DKI Jakarta.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa, Rudi S. Kamri, langkah tersebut telah mempermalukan Presiden Jokowi.

“Ini akan merusak kewibawaan pemerintah pusat,” ujar Rudi dalam keterangannya yang dilihat Kamis 1 Juli 2021.

Rudi mendesak Luhut untuk mengklarifikasi apakah pemerintah daerah memang diberi kewenangan untuk meminta bantuan langsung kepada pemerintah negara asing untuk menangani Covid19.

Jika langkah tersebut salah Gubernur Anies Baswedan dan Kepala Biro Kerjasama Daerah, Andhika Permata harus diberi teguran keras.

Sebab, kerja sama dengan negara lain harus melalui Kementerian Luar Negeri, apalagi surat permohonan bantuan itu dikeluarkan Biro Kerjasama Daerah yang mempunyai wewenang melakukan kerja sama antardaerah.

Surat bertanggal 28 Juni 2021 itu mengharapkan para perwakilan negara sahabat di Jakarta mau membantu peralatan yang dibutuhkan rumah sakit darurat Covid19 (RSDC) Nagrak Cilincing dan Pasar Rumput.

Dalam surat itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan meminta bantuan tempat tidur lipat atau velbed untuk kedua fasilitas kesehatan darurat tersebut.

Foto surat bantuan tersebut beredar di media sosial seperti berikut;

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat Dinilai Efektif Wujudkan Pendidikan Bermutu

Oleh : Andhika RachmaPemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui berbagai terobosan kebijakan di sektor pendidikan. Salah satu program yang kini menjadi perhatian publik adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang dinilaiefektif dalam menghadirkan pendidikan bermutu sekaligus menjawab tantangan ketimpanganakses pendidikan. Dalam konteks pembangunan nasional, kehadiran Sekolah Rakyat tidakhanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi jangka panjang dalam menciptakangenerasi unggul yang berdaya saing.Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwasekolah rakyat dibangun untuk masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga penerimamanfaat dari golongan miskin ekstrem.Sekolah Rakyat hadir sebagai program afirmatif yang menyasar anak-anak dari keluarga tidakmampu. Program ini memberikan pendidikan secara gratis sepenuhnya, termasuk biayapendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar siswa yang ditanggung oleh negara. Hal inimenjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagimenjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’timengatakan Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untukmengembangkan potensi diri. Menurutnya, sekolah ini adalah tempat generasi muda tumbuhdan berkembang menjadi bangsa yang hebat. Program Sekolah Rakyat dirancang bagi anak-anak yang sempat terputus dari layanan pendidikan formal agar kembali memperoleh hakbelajar secara layak dan bermutu.Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep sekolah berasrama(boarding school), yang memungkinkan pembinaan siswa dilakukan secara menyeluruh, baikdari aspek akademik maupun karakter. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menitikberatkanpada pembelajaran formal, tetapi juga penguatan nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini