Komoditas Udang Indonesia Berpotensi Mendominasi Pasar AS

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Komoditas udang Indonesia berpotensi mendominasi pangsa pasar Amerika Serikat (AS), menyusul adanya kebijakan baru dari Negeri Paman Sam terkait pembebasan Bea Masuk (BM) untuk komoditas udang yang masuk ke AS.

“Pangsa pasar produk udang di AS yang besar dengan tren positif tersebut, Indonesia pun memiliki daya saing terkait produk yang dimaksud,” ucap Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Artati Widiarti dalam keterangan, Selasa, 22 Juni 2021.

Dikatakan Artati, komoditas udang yang memiliki pangsa besar di AS di antaranya shrimp warm-water peeled frozen (udang kupas beku), shrimp breaded frozen (udang tepung beku), dan shrimp warm-water shell-on frozen (udang utuh beku) dari beragam ukuran.

Untuk meningkatkan volume ekspor, Artati mengatakan bahwa efisiensi dan inovasi produksi hulu dan hilir serta distribusi harus diperhatikan demi menghasilkan produk udang yang berdaya saing.

Dengan begitu, bukan hanya harga udang Indonesia menjadi lebih kompetitif, melainkan juga menciptakan citra produk udang Tanah Air lebih baik daripada negara-negara pesaing.

“Untuk itu, pemenuhan kepatuhan sesuai persyaratan negara tujuan ekspor, baik persyaratan dari pemerintah maupun persyaratan khusus dari importir patut kita penuhi,” sambungnya.

Sebagai catatan, nilai ekspor komoditas udang Indonesia ke Amerika Serikat sejak Januari-April 2021 sebesar 503,8 juta USD dengan volume 58 ribu ton.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Negara Hadir Menjamin Keamanan Jemaah Haji di Tengah Ketegangan Dunia

Oleh: Rian Hakim )*Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidakmengurangi komitmen pemerintah dalam memastikan penyelenggaraanibadah haji 2026 berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruhjemaah Indonesia. Pemerintah terus memperkuat koordinasi denganotoritas Arab Saudi serta menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar situasi global tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.Fokus utama pemerintah saat ini tidak hanya pada kelancaranoperasional haji, tetapi juga perlindungan menyeluruh terhadap jemaahsejak keberangkatan hingga kepulangan. Di tengah dinamika konflikinternasional, negara hadir memberikan jaminan keamanan melaluidiplomasi, penguatan sistem perlindungan, hingga peningkatan koordinasilintas lembaga.Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan kondisi keamanan tetap terkendali dan pelaksanaan haji berjalan lancar. Menurutnya, pemerintah Arab...
- Advertisement -

Baca berita yang ini