Hore, Populasi Badak Jawa dan Elang Bertambah di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Populasi badak jawa (Rhinoceros sondaicus) dan elang jawa ( Nisaetus bartelsi) bertambah menyusul lahirnya dua anak badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon dan telur elang jawa yang menetas di Taman Nasional Indonesia (TMII).

Palasari merupakan nama yang diberikan pada anak badak jawa jantan yang lahir pada 18 Maret 2021. Sementara anak badak jawa betina lahir dari induk yang bernama Ambu. Adapun kelahiran kedua anak badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon memperlihatkan keberhasilan kebijakan perlindungan habitat badak jawa di kawasan taman nasional tersebut.

Sementara itu di tempat lainnya, Lembaga Konservasi Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 29 Mei 2021 berhasil menetaskan satu telur burung elang jawa.

Upaya penetasan  dilakukan dari tahun 2014 hingga 2020 melalui proses pengeraman secara alami oleh induk. Meski demikian, hal ini belum berhasil. Maka di tahun 2021 ini, proses pengeraman dilakukan dengan bantuan mesin tetas.

Selama 23 hari proses pengeraman dari tanggal 6 sampai 29 Mei 2021 akhirnya satu telur menetas menjadi anak elang jawa dengan berat 53 gram. Anak elang jawa itu pun per tanggal 11 Juni 2021 sudah berusia 14 hari dan dalam kondisi sehat.

Adapun kedua jenis satwa tersebut termasuk dilindungi menurut Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018. Maka, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno menegaskan bahwa kelahiran badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon dan elang jawa di TMII memperlihatkan upaya serius pemerintah untuk melestarikan endemik Indonesia.

“Kita harus bersama mendukung konservasi satwa Indonesia,” kata Wiratno.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini