Soal Duta PON XX Papua, Menpora: Bukan Pilihan dari Presiden

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Terpilihnya pasangan selebritis, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai ikon PON XX Papua Oktober 2021 masih menjadi kontroversi. Kini, banyak publik menyayangkan keputusan tersebut mengingat masih ada wanita asli Papua yang bisa dijadikan sebagai Duta.

Mengetahui hal itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali pun buka suara. Ia mengatakan penunjukan Raffi dan Nagita sebagai ikon PON Papua bukanlah hasil dari pemerintah pusat termasuk presiden Joko Widodo.

“Kepetusan tentang penunjukan ikon itu bukan dari pemerintah pusat, bukan dari Menpora bahkan presiden. Sama sekali tidak. Ini keputusan PB PON,” kata Zainudin dalam virtual Press Konferens, Jumat 4 Juni 2021.

Lebih lanjut, Zainudin menyampaikan bahwa peristiwa ini akan ia komunikasi lebih lanjut, baik dengan pihak PB PON dan Raffi Ahmad.

“Saya akan komunikasi dengan PB PON supaya mempertimbangkan lagi dari pada jadi kontroversi yang berkepanjangan, juga akan komunikasikan dengan pihak Raffi dan Nagita. Mereka ditunjuk oleh PB PON dan melaksanakan tugas,” ucapnya.

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina terpilih sebagai ikon PON XX Papua Oktober 2021. Namun, sejumlah seleb mengkritik dan mempertanyakan mengapa bukan wanita asli Papua yang ditampilkan.

Salah satu seleb tersebut ialah Arie Kriting. Melalui sosial medianya, ia melayangkan protes dan meminta ikon tersebut diganti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Insentif dan Program Belanja Nasional Perkuat UMKM dan Pelaku Ritel di Musim Liburan

Oleh : Nura SafitriMusim liburan sekolah selalu menjadi salah satu momentum penting bagi perekonomiannasional. Pada periode ini, mobilitas masyarakat meningkat, aktivitas wisata tumbuh, dan konsumsi rumah tangga mengalami penguatan. Pemerintah memanfaatkan peluang tersebutmelalui berbagai kebijakan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday and Back to School 2026 menjadi salah satu langkah strategis yang menunjukkan komitmen pemerintahdalam menggerakkan roda ekonomi nasional secara lebih merata.Program BINA Holiday and Back to...
- Advertisement -

Baca berita yang ini