BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Timur Indonesia

Baca Juga

MINEWS, MANADO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, pada Senin 17 Juni 2019.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di wilayah Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Waspada potensi hujan lebat disertai petir di sejumlah wilayah,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Carisz Kainama, Minggu 16 Juni 2019.

Sementara hujan lokal dan hujan sedang berpotensi terjadi di Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Airmadidi (Kabupaten Minahasa Utara), dan Tondano (Kabupaten Minahasa).

Selanjutnya, Lolak (Kabupaten Bolaang Mongondow), Ondong Siau (Kabupaten Kepulauan Sitaro), dan Melonguane (Kabupaten Kepulauan Talaud).

“Kecepatan angin permukaan yang bertiup dari arah tenggara hingga barat berkisar antara 10-20 kilometer per jam,” kata Carisz.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Maritim Bitung Ricky D Aror menambahkan, ketinggian gelombang diperkirakan terjadi hingga 2,5 meter.

Sedangkan tinggi gelombang laut Sulawesi dan perairan Utara Sulut mencapai 0,5-1,25 meter, perairan Selatan Sulut berkisar antara 1,0-2,0 meter. Kemudian untuk perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, dan Laut Maluku berkisar antara 1,25-2,5 meter.

BMKG, kata dia, pun sudah mengeluarkan peringatan dini gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, perairan Timur Bitung, perairan Selatan Sulut, dan Laut Maluku.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini