Atletico Lebih Baik dari Madrid dan Barcelona

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Pelatih Barcelona, Ronald Koeman mengakui bahwa pesaingnya, Atletico Madrid pantas dinobatkan sebagai juara La Liga. Diketahui, klub berjuluk Los Colchoneros itu tampil sebagai kampiun usai menang secara dramatis di laga pamungkas kontra Real Valladolid.

Pasukan Diego Simeone mengamankan gelar La Liga pertama sejak musim 2013 saat bomber anyar, Luis Suarez mencetak gol kemenangan di menit ke-67di Estadio Municipal Jose Zorilla.

Sementara harapan Barcelona harus pupus menyusul kekalahan kontra Celta Vigo. Di mana pada laga yang digelar di Camp Nou akhir pekan lalu, Blaugrana secara mengejutkan tunduk 1-2.

Koeman mengakui bahwa timnya telah membuang kesempatan untuk memenangkan gelar La Liga. Berbeda dengan Atletico yang selama sembilan bulan terakhir tampil konsisten, yang dikatakan Koeman sebagai faktor penentu dalam perburuan gelar.

“Atletico pantas memenangkan kejuaraan,” kata Koeman, melansir Marca, Minggu, 23 Mei 2021.

“Mereka telah menjadi pemimpin untuk waktu yang lama, mereka memiliki skuad yang dibuat dengan sangat baik,” sambung pelatih asal Belanda itu.

Koeman bahkan tanpa ragu menyebut Atletico Madrid lebih baik dari Real Madrid yang finish di urutan kedua dan Barcelona menyusul di urutan ketiga klamemen La Liga musim 2020/2021.

“Mereka sedikit lebih baik dari Real Madrid dan Barcelona. Kami telah melakukan perubahan di klub dan kesuksesan itu tidak diraih dalam satu musim. Karena perubahan yang dibuat, kami berhak memiliki lebih banyak waktu di sini,” katanya.

Koeman juga mengindikasikan bahwa dia merasa skuad Barcelona saat ini cukup baik untuk memenangkan gelar dan dia berharap untuk mendatangkan wajah-wajah baru musim panas ini.

Namun, masa depannya tetap menjadi subjek spekulasi yang intens setelah mereka menyerah bulan ini. Mantan pelatih Ajax itu mengklaim tidak ada pembaruan tentang perannya di Catalonia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini