AS Prihatin atas Bentrokan Kekerasan di Yerusalem

Baca Juga

MATA INDONESIA, YERUSALEM – Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), Jake Sullivan menyatakan keprihatinan yang serius atas bentrokan kekerasan yang terjadi di Kota Tua Yerusalem antara aparat kepolisian Israel dengan warga muslim Palestina di malam bulan Suci Ramadan.

Aksi kekerasan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada akhir pekan lalu meningkat usai pasukan Israel menyerbu warga Palestina yang baru saja selesai menunaikan ibadah salat Isya dan Tarawih.

Bentrokan tersebut juga dipicu oleh ketegangan beberapa hari sebelumnya terkait rencana penggusuran Israel terhadap sejumlah rumah milik warga Palestina di Yerusalem, termasuk di daerah Sheikh Jarrah dan di luar Kota Tua yang berdinding, serta di Haifa, kota campuran Arab-Yahudi di Israel utara di puncak tempat suci Muslim.

“Tuan Sullivan juga menegaskan kembali keprihatinan serius Amerika Serikat tentang potensi penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah,” demikian pernyataan Gedung Putih, melansir Reuters, Senin, 10 Mei 2021.

Sullivan juga menyatakan komitmen pemerintahan Presiden Joe Biden untuk keamanan Israel dan untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di seluruh Timur Tengah, serta akan tetap terlibat penuh di hari-hari mendatang untuk mempromosikan perdamaian di Yerusalem.

Pada Jumat (7/5), lebih dari 200 warga Palestina dan setidaknya 17 polisi Israel terluka dalam bentrokan di kawasan Masjid Al-Aqsa. Sebagai catatan, kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem merupakan salah satu situs Islam yang paling dihormati, sekaligus situs tersuci dalam Yudaisme, yang dikenal sebagai Temple Mount.

Kompleks Masjid Al-Aqsa kerap kali menjadi titik nyala kekerasan, tetapi insiden pada hari Jumat termasuk yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara pada Sabtu (8/5), bentrokan kembali terjadi, kali ini berlokasi di Gerbang Damaskus, setelah puluhan ribu jamaah menggelar salat di masjid Al-Aqsa untuk menyambut Lailatul Qadar, malam paling suci di bulan Ramadan.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan setidaknya 90 orang Palestina terluka, termasuk termasuk anak di bawah umur dan satu tahun. Sementara 14 orang dilarikan ke rumah sakit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini