Tema Hari Kebebasan Pers Sedunia, Information as a Public Good

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setiap 3 Mei diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day). Tujuan peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional ini adalah menyuarakan kebebasan berpendapat dari ancaman pembungkaman, sensor dan penangguhan dan mengenang para jurnalis, editor, penerbit yang kehilangan nyawanya saat bertugas di seluruh dunia.

Awal mula Hari Kebebasan Pers Sedunia diawali pada rekomendasi pada sesi ke-26 Konferensi UNESCO tahun 1991, kemudian dilanjutkan pada deklarasi di sidang umum PBB tahun 1993. Inti mandat UNESCO adalah kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. Dipercaya bahwa kebebasan ini memungkinkan adanya saling pengertian dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan.

Tema Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini adalah ‘Information as a Public Good’ yang artinya “Informasi sebagai barang publik”.  Audrey Azoulay, Direktur Jendral UNESCO mengatakan ‘Information as a Public Good’ berfungsi sebagai seruan untuk menegaskan pentingnya menghargai informasi sebagai barang public.  (Mutiara Putri Kinasih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini