Bantu Pekerja Seni, Agnez Mo Bagi-bagi 1.000 Sembako

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bentuk kepedulian ditunjukkan penyanyi Agnez Mo. Dia membagikan 1.000 paket sembako untuk pekerja seni.

Penyerahan sembako diberikan Agnez Mo di kantor Eventori. Hadir pula enteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate dan Menteri Perdagangan RI periode 2016-2017 Enggartiasto Lukita.

Agnez Mo bekerja sama dengan komunitas dan organisasi Ikatan Manajer Artis Indonesia serta pelaku EO Backstagers Indonesia dan Stage Management Indonesia.

Agnez Mo mengatakan, apa yang dia lakukan bisa sedikit meringankan beban para pekerja seni yang terdampak pandemi Covid-19.

“Semoga bisa membantu sesama pekerja seni, karena seperti yang kita ketahui jika pekerja seni juga merupakan salah satu pekerjaan yang berdampak di saat Pandemi Corona seperti ini,” kata Agnez.

Kegiatan ini bukan pertama kali diadakan. Tahun lalu, kegiatan serupa juga digelar. Tapi, kali ini jumlah bantuannya lebih besar.

“Ini yang kedua kali kami laksanakan. Tahun lalu kami juga mengadakan pembagian bingkisan dengan tema ‘Solidaritas Anak Event’. Alhamdulillah tahun ini kami dapat melaksanakan dalam jumlah yang lebih besar,” ungkap CEO Eventori, Rio Abdurachman.

“Solidaritas ini sifatnya sementara saja. Yang kami harapkan, vaksinasi dapat terlaksana secara luas, sehingga banyak industri bangkit kembali termasuk industri hiburan sehingga banyak pekerja yang dapat kembali terlibat,” ujarnya.

Dalam instagramnya, Eventori juga memposting kegiatan tersebut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by EVENTORI (@eventori.id)

“Eventori berbagi kebahagiaan di bulan suci ramadan kepada para pekerja industri hiburan yang diberikan secara simbolis dari CEO of Eventori, Rio Abdurrachman kepada @imarindo_official @backstagers.indonesia @stagemanagement.community,” tulis captionnya.

“Eventori Berirama dihadiri oleh Bapak @johnnyplate sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, Co-Founder of Eventori, @AGNEZMO dan Bapak @enggartiastolukita, Menteri Perdagangan RI periode 2016-2019.”

“Spesial dalam Eventori Berirama dimana @AGNEZMO menyerahkan cover novel grafis “Don’t Wake Up” yang bernuansa Indonesia kepada Kementrian Komunikasi dan Informatika, yang diwakili oleh bapak @johnnyplate.”

Selain sembako Agnze juga membagikan cover novel grafis ‘Don’t Wake Up’ kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dalam video klip Agnez bertajuk ‘Long As I Get Paid’, video tersebut diadaptasi menjadi novel grafis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini