Haru, Dosen Ini Tetap Mengajar Meski Stroke, Mahasiswa Tersentuh

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini beredar video memperlihatkan seorang dosen yang tengah sakit mengajar kelas online melalui aplikasi video call. Ia tetap mengajar kelas online meski terserang stroke.

Video itu dibagikan oleh akun TikTok @balqueen.id. Ia merupakan salah satu mahasiswa yang diajar oleh dosen lelaki itu.

@balqueen.id

lekas sembuh ya pak??#WeDOIndonesia #YWY3WeRockTheWorld #fypシ #RangkaiKebaikan #mahasiswa

♬ Doa Untuk Kamu – Aviwkila

“Biasanya tiap minggu bapak selalu masuk kelas, tapi baru minggu kemarin bapak dosen kita gak masuk karena terserang stroke,” kata pemilik akun.

Lewat videonya, nampak dosen yang tak diketahui identitasnya itu memberi pemaparan materi meski kesulitan bicara. Ia juga nampak dibantu seseorang memasangkan headphone dan peralatan lainnya.

“Tapi Alhamdulillah minggu ini kita bisa kembali bertatap maya walau gak sampai selesai, biasanya bapak cekatan banget, tapi sekarang pakai earphone aja harus dibantu,” tulisnya.

Di akhir video, pemilik akun menuliskan agar mahasiswa tetap semangat kuliah, dan menghargai usaha dosen yang berusaha tetap mengajar meski dalam kondisi yang sulit.

“Yuk para mahasiswa, semangat yuk kuliahnya,” katanya.

Kejadian itu sontak membuat haru netizen, khususnya para mahasiswa. Mereka pun turut mendoakan bapak dosen itu agar kembali pulih dan bisa mengajar dengan maksimal.

“Definisi bertanggung jawab banget,” kata akun loveyourself.13.

“Masya Allah, cepat sehat pak,” komentar akun minehem.

“Jadi rindu sama dosen di kampus,” tulis akun rexiii_.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Optimalisasi Bendungan dan Irigasi Perkuat Ketahanan Indonesia di Tengah Kemarau

Oleh: Alfariz Ghani )*Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada 2026 menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan yang matang. Ancaman penurunan ketersediaan air, gangguan produksi pangan, hinggameningkatnya risiko kekeringan di berbagai daerah menuntut langkahantisipatif yang terukur. Dalam situasi musim kemarau seperti ini, pemerintah menunjukkankeseriusannya dengan menempatkan optimalisasi bendungan dan jaringan irigasi sebagai fondasi utama menjaga ketahanan nasional.Langkah yang dilakukan pemerintah menjadi sangat penting mengingathasil kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau tahun 2026 bertepatan dengan fenomena El Nino yang berpotensi membuat kondisi lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis Indonesia. Pemerintah tidak menunggu dampak kemarau terjadi. Sejak awal, berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan pasokan air tetaptersedia dan sektor pertanian tetap produktif. Kementerian PekerjaanUmum menegaskan bahwa musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih lama perlu diantisipasi melalui langkah yang terencana, terukur, dan terintegrasi.Dalam menghadapi kondisi tersebut, bendungan memiliki peran yang sangat strategis. Keberadaan bendungan tidak hanya berfungsi sebagaipenampung air saat musim hujan, tetapi juga menjadi sumber pasokanutama ketika curah hujan menurun. Melalui pengelolaan yang tepat, air yang tersimpan dapat dimanfaatkanuntuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mendukung sektor pertanian, hingga menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.Pemerintah memahami bahwa keberhasilan bendungan tidak hanyaditentukan oleh kapasitas tampungannya. Yang tidak kalah penting adalahbagaimana air yang tersedia dapat didistribusikan secara efektif melaluijaringan irigasi yang andal. Karena itu, penguatan sistem irigasi menjadibagian penting dari strategi nasional menghadapi kemarau.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Adenan Rasyid, menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkansejumlah langkah prioritas dalam menghadapi kemarau panjang. Salah satunya adalah optimalisasi operasi tampungan air melalui pengaturanalokasi yang berbasis data dan kebutuhan prioritas. Pendekatan inimemungkinkan setiap tetes...
- Advertisement -

Baca berita yang ini