Tontonan Akhir Pekan, Film Peraih Oscar Spirited Away

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-  Bingung menghabiskan malam mingguan kamu? yuk coba menonton film anime asal Jepang Spirited Away atau “en to Chihiro no Kamikakushi.

Dalam Bahasa Jepang, film ini berarti “Penculikan Ajaib Sen dan Chihiro”. Ini jadi pilihan yang pas untuk penggemar film anime  dengan alur cerita yang menegangkan.

Film ini digarap Hayao Miyazaki. Sejak diluncurkan, film ini menyedot perhatian banyak orang dan malah menciptakan penggemar. Sehingga tak heran, film ini kemudian diadaptasi ke format drama panggung, saking populernya di Jepang.

Film yang secara resmi dirilis tahun 2001 ini berhasil menyabet penghargaan Oscar pada tahun 2002 dalam kategori film animasi terbaik dan menjadi film anime pertama yang meraih penghargaan dalam kategori tersebut.

Film yang tercatat sebagai film tersukses dalam sejarah Jepang ini menceritakan tentang seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang tersesat di dunia lain. Gadis yang bernama Chihiro ini memulai petualangan di dunia lain saat keluarga Chihiro yang hendak pindah ke rumah barunya. Karena perjalanan ke rumah barunya cukup jauh, ayah Chihiro mencoba mencari jalan pintas.

Jalan pintas yang ditempuh ini ternyata menuju ke sebuah pedesaan aneh yang membuat kedua orang tuanya penasaran lalu memutuskan untuk menjelajahi desa tersebut. Namun ternyata desa tersebut merupakan pintu gerbang antara dunia nyata dengan dunia arwah yang kemudian mengantarkan Chihiro pada petualangan seru yang dialaminya.

Nah, nonton film Spirited Away di bagian ini sangat memacu adrenalin karena Chihiro yang harus berhasil melewati tantangan demi tantangan.

Dalam petualangan panjangnya itu, Chihiro bertemu dengan Haku, manusia yang juga terjebak di dunia arwah yang kemudian menjadi teman Chihiro di dunia arwah. Tak hanya manusia, Chihiro juga berteman dengan arwah yang menempati dunia arwah yang dikunjunginya. Arwah tersebut bernama Kaonashi atau No Face dalam Bahasa Inggris.

Film ini sukses besar dan menjadi salah satu film legendaris dari Studio Ghibli karena berhasil ditonton oleh 23 juta penonton dan berhasil meraup keuntungan sebanyak 30 milyar yen. Jumlah ini nyatanya mengalahkan keberhasilan film Titanic.

Spirited Away jelas bukan animasi Jepang pertama yang telah mendunia, ada Magic Boy dan The Tale Of The White Serpent dari studio Toei Animation yang berbasis di Tokyo. Bahkan pada akhir abad ke-20 anak-anak diperkenalkan dengan film Science Ninja Team Gatchaman (alias Battle Of The Planets) hingga Pokemon.

Spirited Away sering disebut-sebut sebagai perpaduan antara industri dan idealisme. Temanya saja memadukan lingkungan, supernaturalisme, dan kemanusiaan. Sehingga, tidak afdol rasanya penggemar budaya populer Jepang belum nonton anime satu ini.

Penulis naskah, komentator, Dr Jonathan Clements, yang karyanya adalah ensiklopedia anime dan drama TV Jepang, mengatakan bahwa kemenangan Oscar untuk Spirited Away adalah untuk menyadarkan banyak industri film terutama Hollywood yang telah mengabaikan animasi Jepang selama ini. ”Studio Ghibli -yang mengerjakan proyek Spirited Away– selalu tertarik pada tema lingkungan. Mereka cukup sadar untuk mengangkat isu lingkungan. Selain itu, mereka juga sadar bahwa studionya berbasis di kota baru di Tama Hill yang dulunya merupakan pedesaan,” kata Clements sebagaimana dikutip dari BBC.

Beberapa perusahaan film telah mengadopsi tema lingkungan sebagai konten biasa yang mudah, tetapi Miyazaki memiliki kecintaan tidak hanya pada lingkungan yang berkelanjutan, melainkan juga kehidupan anak-anak.

Dalam suatu adegan, Chihiro berteman dengan “Dragon Boy” yang misterius, dan dipaksa bekerja di pemandian mewah milik penyihir aneh Yubaba (yang merebut identitas Chihiro, dan mengganti namanya menjadi “Sen”).

Kemudian, Chihiro dipaksa membantu menyediakan air herbal untuk arwah raksasa yang dipenuhi lumpur. Di tengah kekacauan Chihiro memperlakukan makhluk itu dengan kasih sayang dan lembut, kemudian ia berubah menjadi roh sungai suci.

Dalam adegan ini, Miyazaki telah menjelaskan bahwa ia bercermin dari pengalaman mudanya dalam membantu membersihkan sungai setempat, membuang kotoran sembarangan termasuk sepeda yang ditinggalkan, dan menyaksikan satwa liar bisa kembali ke perairan.

Bagian dari keajaiban abadi Spirited Away adalah kedalaman detailnya yang luar biasa. Chihiro dan Kamaji merupakan pendalaman karakter yang unik. Ditambah dengan para monster yang masih memiliki hati nurani. Serta penggambaran properti dalam film yang lebih disoroti.

 

Reporter : R Al Redho Radja S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini