Peringatan Hari Buruh, Kenapa Selalu Ada Bentrok?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setiap tahunnya pada 1 Mei selalu diperingati sebagai Hari Buruh atau bisa juga disebut May Day. Hari Buruh ini dirayakan untuk memperingati perjuangan para pekerja dan gerakan buruh di banyak negara untuk mendapatkan hak-haknya.

Pada peringatan Sabtu, 1 Mei 2021 di Jakarta, sekelompok mahasiswa, yang ambil bagian dalam aksi unjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat. Diketahui kelompok mahasiswa tersebut tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Para mahasiswa ini sebelumnya datang ke titik aksi dan langsung diarahkan oleh aparat untuk bergabung dengan aliansi buruh dan mahasiswa yang lainnya. Namun, massa tersebut menolak dan berupaya melakukan aksi di tengah jalan hingga menutup akses lalu lintas.

Kelompok massa aksi yang tergabung dalam PMKRI ini kemudian terlibat gesekan dengan aparat. Karena berupaya menerobos barisan aparat. Massa ini lalu terlibat cekcok yang berlangsung sekitar 20 menit.

Mereka kemudian bertahan untuk melakukan orasi yang berjalan cukup damai. Namun, cekcok kembali terjadi saat salah satu dari kelompok ini berupaya membakar spanduk yang telah dipersiapkan.

Melihat aksi mahasiswa itu, aparat kemudian merebut sebuah botol berisi bensin yang sebagiannya telah disiramkan pada spanduk itu. Setelah itu, beberapa personel kepolisian mendekati oknum mahasiswa yang hendak membakar itu dan menyeretnya.

Pada saat itulah, massa PMKRI ini terlibat kericuhan dengan aparat. Hampir semua massa PMKRI menyusul mobil komando yang digunakan oleh aparat.

Beberapa orang di antara kelompok massa itu diseret-seret dengan aspal jalanan karena berusaha melawan aparat. Kericuhan itu berlangsung sekitar lima menit.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo mengatakan, para mahasiswa yang terlibat kericuhan itu diamankan dan dibawa ke Polda Metro Jaya. Di sana, mereka akan menjalani pemeriksaan dan pembinaan.

Aksi bentrok ini menjadi sebuah keharusan setiap ada perayaan hari buruh. Sejarah munculnya Hari Buruh memang tidak dapat terlepas dari pemberontakan dan perjuangan buruh dengan ditandainya aksi demonstrasi menuntut kenaikan upah, perbaikan sistem kerja, hingga peningkatan kesejahteraan hidup.

Hari Buruh Internasional

Aksi kekerasan hari buruh memang berawal dari sebuah unjuk rasa yang dilakukan oleh kurang lebih 30 ribu pekerja pada 1 Mei 1886 di Heymarket, Chicago, Amerika Serikat. Aksi tersebut menyebabkan akses dan perekonomian di kota menjadi lumpuh.

Di seluruh penjuru AS, tak kurang dari 350 ribu yang tergabung dalam Federasi Buruh Amerika melakukan mogok kerja. Kaum pekerja tersebut ramai menyuarakan tuntutan bekerja 8 jam kerja sehari.

Saat itu, banyak perusahaan-perusahaan yang memaksa buruh memeras keringat selama 18 jam sehari. Bahkan tradisi bekerja 18 jam sehari disebut sudah terjadi sejak awal abad ke-19.

Kondisi tersebut berdampak buruk pada kesehatan hingga berakibat pada rendahnya harapan hidup bagi para buruh. Buruh yang bekerja di bawah jam kerja tidak sesuai aturan perusahaan akan dipotong gajinya.

Aksi unjuk rasa ratusan ribu buruh itu berlangsung selama berhari-hari. Bahkan, aksi itu juga diwarnai dengan ledakan bom.

Tragedi di Haymarket berdampak luas. Dari aksi tersebut kemudian diselenggarakannya Kongres Sosialis Internasional II di Paris, Juli 1889. Hasil Kongres tersebut yang akhirnya menetapkan 1 Mei sebagai hari libur para buruh. Kini setidaknya lebih dari 66 negara di dunia secara resmi menggunakan 1 Mei sebagai hari buruh internasional.

Sementara itu, 1 Mei di AS kini diperingati sebagai Hari Penegakan Hukum, sedangkan Hari Buruh diperingati pada Senin pertama bulan September.

Hari Buruh Nasional

Di Indonesia, Hari Buruh mulai diperingati pada tahun 1920. Peringatan tersebut berawal dari aksi demonstrasi yang digelar Serikat Buruh Kung Tang Hwee pada 1 Mei 1918. Saat itu, demonstrasi digelar dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia di Surabaya, Jawa Timur.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, di bawah kabinet Syahrir Mei 1946, peringatan hari buruh bahkan dianjurkan oleh Menteri Sosial Maria Ullfah.

Namun, sepanjang masa orde baru, peringatan hari buruh dilarang. Peringatan 1 Mei diidentikkan dengan aktivitas dan muatan paham komunis.

Setelah orde baru berakhir, gerakan serikat buruh mulai bermunculan. Hingga pada akhirnya Hari Buruh menjadi Hari Libur Nasional pada tahun 2013 pada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Reporter: Andhika Ilham Ramadhan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini