Waspada, KSP Berani Membeli Senjata dengan Harga Tinggi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kelompok separatis Papua (KSP) diduga berani untuk membeli senjata dengan harga yang tinggi. Pengamat terorisme Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Zaki Mubarak menilai bahwa fenomena ini patut diwaspadai terutama bagi aparat keamanan.

“Sejauh ini motifnya lebih ke ekonomi karena KSP berani membeli dengan harga yang tinggi. Senjata ini yang menjadi bagian survival KSP,” kata Zaki.

Sejumlah oknum aparat keamanan yang tergoda pun akhirnya memfasilitasi hal ini. Terlebih dengan adanya oknum yang memiliki akses pasar gelap perdagangan senjata.

“Ironisnya oknum aparat keamanan yang memfasilitasi. Karena oknum ini punya akses pasar gelap senjata baik dari daerah-daerah bekas konflik, selundupan dari luar negeri, maupun senjata rekondisi,” kata Zaki.

Melihat hal ini, Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menegaskan bahwa perlu ada pengawasan ketat terhadap anggota TNI-Polri. Mengingat masih ada pembelotan dan oknum yang membantu KSP.

“Yang perlu dilakukan untuk pencegahan adalah mengawasi ketat penyimpanan senjata dan amunisi,” kata Poengky.

Patroli di jalur-jalur yang menghubungkan antara wilayah konflik dan pasca konflik juga harus dijaga ketat. Sementara bagi yang membelot ke KSP, Poengky menilai sudah sepatutnya mendapat sanksi pidana seperti hukuman seumur hidup. Mengingat oknum tersebut sudah dianggap sebagai pengkhianat.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini