Latte Art Kian Menarik Perhatian

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kopi kini bukan lagi menjadi sebuah tren, namun sudah menjadi gaya hidup. Meminum kopi di pagi, siang bahkan malam hari sudah menjadi rutinitas dan kewajiban bagi sebagian orang. Salah satu jenis kopi yang digemari adalah latte.

Kini latte dijadikan media seni yang menarik. Sehingga latte tidak hanya dinikmati oleh lidah, namun juga dinikmati keindahannya. Kemudian munculah berbagai bentuk latte art yang unik dengan varian rasa dan warna yang dimodifikasi. Dan lahirlah 3D latte art yang lucu dan sangat menggemaskan. (Mutiara Putri Kinasih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Fondasi Keadilan Sosial Berbasis Human Capital

*) Oleh: Naufal Rizki PrakosoProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kebijakan sosial yang bersifatkaritatif, melainkan sebuah intervensi strategis yang menempatkan pembangunanmanusia sebagai inti dari agenda pembangunan nasional. Dalam konteks Indonesia yang masih menghadapi persoalan ketimpangan gizi, stunting, dan rendahnyakualitas sumber daya manusia di sejumlah wilayah, MBG hadir sebagai jawabankonkret yang berbasis pada pendekatan human capital. Program ini mencerminkanpergeseran paradigma dari pembangunan berbasis fisik menuju pembangunan yang berfokus pada kualitas manusia sebagai aset utama bangsa. Dengan demikian, MBG tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga merancang fondasijangka panjang bagi keadilan sosial yang lebih merata. Di tengah dinamika global yang semakin kompetitif, investasi pada manusia menjadi prasyarat mutlak untukmenjaga daya saing nasional.Selanjutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa fokus utama MBG adalah peningkatan asupan gizi anak, penurunan angka gizi buruk dan anemia, sertapemerataan akses terhadap nutrisi yang layak. Pernyataan ini menunjukkan bahwapemerintah memahami akar persoalan ketimpangan bukan semata pada aksesekonomi, tetapi juga pada kualitas konsumsi masyarakat sejak usia dini. Ketika anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang, maka potensi kognitif danfisik mereka berkembang secara optimal. Hal ini pada akhirnya akan berdampaklangsung pada peningkatan kualitas pendidikan dan produktivitas di masa depan. Dengan kata lain, MBG berfungsi sebagai intervensi hulu yang mampu memutusrantai kemiskinan struktural yang selama ini menjadi tantangan laten.Lebih jauh, Tenaga Ahli Promosi dan Edukasi BGN, Anyelir Puspa Kemala, memandang MBG sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Perspektif inimemperlihatkan bahwa program tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasidalam kerangka pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada generasi masa depan. Selain meningkatkan kualitas gizi, MBG juga diyakini mampu membukalapangan kerja baru melalui rantai pasok pangan, distribusi, hingga pengelolaanprogram di tingkat lokal. Efek berganda ini memperkuat peran MBG sebagaiinstrumen pembangunan ekonomi sekaligus sosial. Ketika partisipasi sekolahmeningkat akibat terpenuhinya kebutuhan dasar anak, maka kualitas human...
- Advertisement -

Baca berita yang ini