Tahukah Kamu? Puasa Bisa Tunda Penuaan Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hari ini, umat Muslim tengah melaksanakan hari pertama ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Momen ini tentu sudah dinanti para umat Muslim di seluruh dunia.

Sudah bukan rahasia lagi jika berpuasa kaya akan manfaat untuk kesehatan tubuh. Mulai dari menjaga jantung, menurunkan berat badan hingga mengontrol gula darah.

Tapi, tahukah kamu bahwa berpuasa baik untuk kesehatan kulit? Salah satunya menunda penuaan lho!

Penelitian baru menemukan bahwa puasa bisa membantu menunda penuaan pembuluh darah. Dalam penelitian tersebut, tikus yang berpuasa setiap hari mengalami tingkat penuaan yang tertunda dan hidup 83 persen lebih lama dari tikus yang tidak berpuasa.

Dr Ming-Hui Zou, direktur Center for Molecular and Translational Medicine di Georgia State University, Atlanta menunjukkan bahwa puasa membantu diri membatasi asupan kalori yang bisa menghasilkan molekul untuk menunda penuaan vaskular.

Ketika orang menjadi lebih tua, pembuluh yang memasok organ berbeda adalah paling rentan dan sensitif terhadap penuaan. Jadi, para ilmuwan fokus pada penuaan pembuluh darah.

Pada saat berpuasa, tubuh akan memproduksi keton atau Beta-hydroxybutyrate. Zou mengatakan beta-hydroxybutyrate dapat menunda penuaan pembuluh darah.

“Kami menemukan bahwa beta-hydroxybutyrate dapat menunda penuaan pembuluh darah. Itu sebenarnya hubungan kimiawi antara pembatasan kalori, puasa dan efek anti-penuaan,” kata Zou.

Meski begitu, kamu tetap dianjurkan untuk minum air putih yang cukup selama berpuasa ya. Jumlah yang baik ialah delapan gelas per hari untuk membantu mengembalikan cairan tubuh dan menjaga kulit tetap lembab.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini