Simpang Siur Penentuan Tanggal Paskah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di tahun 2021, Paskah dirayakan  pada hari Minggu 4 April. Sejarah mengatakan sampai sekarang penetapan tanggal Paskah masih belum menemukan titik terang. Setiap tahun penentuan Paskah jatuh di tanggal yang berbeda-beda.

Mengutip BBC, Paskah merupakan tradisi Kristiani tentang perayaan kebangkitan Yesus Kristus yang dimulai setelah tiga hari Yesus disalib. Meski perayaan kebangkitan Yesus telah dilakukan dari ribuan tahun yang lalu, di setiap tahunnya perayaan ini jatuh di tanggal yang berbeda-beda dan selalu menjadi isu kontroversi.

Empat bagian Injil, yakni Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes menyebutkan adanya perbedaan penyaliban Yesus Kristus. Menurut kalender Ibrani, Yohanes menyebut penyaliban Yesus terjadi pada hari Paskah atau hari keempat belas setelah muncul bulan purnama pada titik awal musim semi.

Sedangkan, pada Matius, Markus, dan Lukas menyebutkan pada hari Paskah, Yesus masih menikmati jamuan Paskah, barulah satu hari setelahnya atau hari kelima belas Yesus disalib.

Terkadang, Paskah ditetapkan pada akhir Maret, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi di akhir April. Pada 2021, Paskah diperingati pada tanggal 4 April, sementara pada tahun 2019, Paskah jatuh di tanggal 21 April. Nantinya, Paskah akan kembali jatuh pada minggu ketiga di bulan April di tahun 2038.

Paskah selalu jatuh pada Minggu pertama setelah bulan purnama berada di titik awal musim semi. Penentuan tanggalnya pun tidak dihitung berdasarkan astronomi modern, melainkan dari tanggal 21 Maret yang merupakan hari pertama musim semi.

Berdasarkan perhitungan melalui tanggal 21 Maret, Paskah tercepat pernah terjadi satu hari setelahnya, yakni tanggal 22 Maret di tahun 1818.

Metode lain untuk menghitung tanggal Paskah disebut “comptus”. Comptus berasal dari bahasa latin yang berarti kalkulasi. Pada zaman pertengahan, comptus menjadi isu besar yang belum terselesaikan hingga sekarang.

Menurut Injil, Paskah menjadi tanggal kematian Yesus dan hari kebangkitannya yang jatuh pada Paskah Yahudi. Untuk menandai kebangkitan Yesus, Paskah Yahudi menggunakan kalender bulan. Namun, berbagai kelompok Kristen tidak sepakat dengan penentuan menggunakan kalender bulan.

Sehingga, sebagian dari mereka merayakan hari kebangkitan di hari Paskah Yahudi dan ada yang merayakannya di hari Minggu sesuai penentuan dari tahun ke tahun.

Penentuan tanggal Paskah sudah terjadi pada tahun 325 M saat Kaisar Konstantin mengorganisir pertemuan dengan Dewan pertama Gereja Kristen, Nicea. Dalam pertemuan itu selain membicarakan hal lain, para Dewan ingin menyelesaikan polemik penentuan tanggal Paskah.

Hasilnya, umat Kristen ditetapkan harus merayakan Paskah pada hari Minggu setelah muncul bulan pertama pada awal musim semi. Namun, isu ini tidak berjalan dengan semestinya, akhirnya berbagai tradisi melakukan perhitungan penentuan Paskah dengan cara yang berbeda-beda.

Pada 2009, Dewan Gereja Dunia kembali mendiskusikan isu tersebut dengan usulan agar adanya tanggal tetap untuk menyelesaikan masalah ini. Lagi-lagi, banyak Gereja yang tidak sepakat. Menurut kalender Kristiani isu itu masih terus berlanjut, bahkan lebih dari 2 ribu tahun setelah semua umat Kristen meyakini dan sepakat bahwa Yesus bangkit dari kematian.

Reporter : Rama Kresna Pryawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini