Bawakan Lagu ‘Beranjak Dewasa’ Nadin Amizah Bicara Tanggung Jawab

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyanyi tanah air Nadin Amizah baru saja menyapa para penggemarnya. Ia tampil dalam acara Mola and Chill Fridays pada Jumat, 2 April 2021.

Dalam acara tersebut, gadis 20 tahun itu membuka penampilannya dengan lagu ‘Paman Tua’. Single itu merupakan lagu dari album ‘Selamat Ulang Tahun’ yang ia rilis pada 2020 lalu.

Usai membawakan lagu tersebut. Nadin pun menyapa pada penggemarnya yang menyaksikan dirinya secara virtual. Ia pun membawakan ‘Beranjak Dewasa’ sembari menceritakan kisah lagu itu.

“Ini dalah lagu yang menggambarkan masa remajaku 20 tahun. Tanggung jawab sudah ada sedikit-sedikit, akan terlalu aneh kalau aku lakuin yang biasa orang dewasa lakukan,” ucap Nadin.

Tak sampai di situ, Nadin juga membawakan tembang istimewa lainnya, termasuk ‘Bertaut’ yang menjadi favorit masyarakat.

Dalam acara tersebut, Nadin menampilkan diri dan suaranya dengan maksimal. Sosoknya yang lembut juga terasa saat ia menjawab beberapa pertanyaan dari para fans secara daring.

Nadin Amizah memulai karier bermusik pada tahun 2016 lewat ajang pencarian bakat. Kariernya makin melambung usai duet bersama disc jockey tanah air, Dipha Barus lewat lagu ‘All Good’.

Kini, selain sebagai penyanyi, Nadin pun aktif di sosial media dan kerap mengunggah kata-kata puitis. Lagu-lagu Nadin diakui para penggemarnya sangat dalam dan menyentuh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini