Uang Rp100 Juta yang Didapat Dewa Kipas Dipakai untuk Apa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dadang Subur alias Dewa kipas mengantongi uang 100 juta hasil pertandingan melawan GM Irene Kharisma Sukandar. Dipakai untuk apa uang tersebut?

Dewa Kipas bertanding melawan Irene Senin 22 Maret 2021 dimana Deddy Corbuzier bertindak sebagai tuan rumah dan disiarkan secara live via YouTube. Jutaan pasangan mata menyaksikan langsung pertandingan catur tersebut.

Dewa Kipas harus mengakui keunggulan Irena dengan skor 0-3. Meski kalah, dia tak pulang dengan tangan hampa. Dewa Kipas mengantongi uang 100 juta Rupiah, sementara Irene mendapat 200 juta Rupiah.

Rencananya, uang itu akan dipakainya untuk bayar utang dan membangun warung kopi. Untuk warung kopi, dia ingin anak-anak muda bisa main catur di tempatnya.

“Saya tertarik dengan jual kopi. Justru kalau ada teman-teman yang masih muda berbakat, saya ingin bikin wadah. Bikin warung kopi, tapi ada tempat nanti ada (untuk main) catur. Soalnya kalau Percasi sepi sekali,” ujarnya.

“Sebenarnya istri itu sempat marah, karena usia tua jangan berlebihan main catur terus. Tapi saat dapat uang, dia senang karena berkah kan. Artinya bisa bayar utang dan sedekah,” katanya.

“Saya mau bikin wadah buat catur, nanti bisa lomba persahabatan. Kalau mengarahkan saya bisa lah sedikit-sedikit. Jadi konsepnya mau bikin ruang setengah terbuka kalau buat catur. Rencananya di Bandung. Mudah-mudahan, yang utama ada musala. Semoga uangnya cukup,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini