2019, Menteri Rini Targetkan Laba BUMN Capai Rp 200 Triliun

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memasang target tinggi capaian laba tahun 2019 yakni sebesar Rp 200 triliun.

Target laba itu meningkat dibanding capaian tahun 2018 sekitar Rp 188 triliun dan masih dalam proses audit. Tahun lalu juga BUMN mencatat total dividen mencapai Rp 43 triliun dengan total setoran untuk negara sebanyak Rp 432 triliun.

“Itu kita setor ke kas negara dari pajak, PNBP hingga dividen,” kata Menteri Rini di Jakarta, Kamis 28 Februari 2019.

Ia juga menyebut beberapa capaian positif yang telah diraih BUMN di bawah komandonya sepanjang tahun 2018 lalu, misalnya jumlah angkutan penumpang mencapai 232 juta.

Selain itu, waktu tunggu atau dwell time di pelabuhan juga berhasil dipangkas dari 8 hari menjadi hanya 3 hari, dan beberapa capaian-capaian lainnya dari perusahaan-perusahaan plat merah.

“Memang masih kita harus perbaiki, tapi sudah menuju perbaikan yang cukup besar. Ini yang ingin saya tekankan kepada direksi dan komisaris, kita harus terus dorong ini untuk kita menjadi lebih baik dan lebih berkompetisi,” ujar Menteri Rini.

Berita Terbaru

Rekonstruksi Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Pascabencana Sumatra

Oleh : Ricky Rinaldi *)Komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatra menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat sekaligusmemperkuat ketahanan wilayah nasional. Penanganan pascabencana yang dilakukanpemerintah tidak lagi sebatas memperbaiki kerusakan fisik yang tampak di permukaan, melainkan diarahkan untuk membangun kembali kawasan yang lebih aman, tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan masyarakat, pemulihan ekonomi lokal, dan keberlanjutan pembangunan sebagai prioritas utama dalammenghadapi kompleksitas tantangan kebencanaan nasional.Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus hadir secaranyata, cepat, dan taktis di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. Pemerintah bergerakcepat memastikan pemulihan rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hinggaakses transportasi utama dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama beradadalam kondisi kerentanan pascabencana. Presiden juga menekankan pentingnya akselerasipembangunan hunian tetap dan infrastruktur dasar agar roda kehidupan sosial masyarakatdapat kembali berjalan normal dan aman. Langkah cepat yang terintegrasi ini memperolehapresiasi luas karena menunjukkan keberpihakan negara yang konkret terhadap kebutuhanrakyat di tengah situasi sulit.Keseriusan pemerintah ini kini diperkuat oleh langkah nyata yang sangat signifikan di tingkatregulasi dan pendanaan. Pemerintah bersama DPR RI telah menyetujui anggaran rehabilitasidan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dengan nilai fantastis mencapai Rp100 triliun. Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskanbahwa induk penganggaran tersebut telah sesuai dengan rencana induk (masterplan) yang disetujui oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini