Pengamat: Amien Rais ‘Pansos’ Tuntut Soal Unlawful Killing Laskar FPI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi menegaskan bahwa Amien Rais hanya ‘pansos’ atau mencari popularitas dengan menuntut soal dugaan unlawful killing terhadap laskar Front Pembela Islam (FPI). Hal ini dikemukakan menyusul adanya tujuh anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI yang bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

“Ini sangat politik ini namanya ‘pansos’ isu ini adalah issue-ing management yang secara kekuatan politik dia mengalami penurunan dan untuk menggenjot popularitas dengan isu terpendam tapi populer feedback-nya,” kata Islah kepada Mata Indonesia News, Kamis 11 Maret 2021.

Islah mencontohkan situasi yang terjadi di Amerika Serikat, yaitu saat Donald Trump menggugat Jaminan Kesehatan Obama Care. Hal ini dinilai upaya untuk mendongkrak popularitas Donald Trump.

Demikian halnya dengan upaya yang dilakukan oleh Amien Rais untuk menuntut adanya dugaan unlawful killing terhadap laskar FPI.

“Semisal ketika Trump saat naik jadi Presiden dia langsung menggugat kebijaksanaan kesehatan Obama Care ini sengaja jadi biasanya isu model ini yang di bawah permukaan dijadikan kendaraan untuk mencapai popularitas tertinggi,” kata Islah.

Dalam pertemuan tersebut, Mekopolhukam Mahfud MD menegaskan bahwa Amien Rais dan TP3 menyampaikan keyakinannya jika insiden penembakan yang menewaskan enam laskar FPI di KM 50 Tol Japek merupakan pelanggaran HAM berat.

Mahfud menekankan bahwa pemerintah terbuka namun tetap harus ada bukti terkait adanya pelanggaran HAM berat.

“Saya katakan pemerintah terbuka kalau ada bukti mana pelanggaran HAM beratnya, mana sampaikan sekarang, atau kalau ngga sampaikan nanti kepada Presiden, bukti bukan keyakinan,” kata Mahfud.

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini