Barcelona Pasti Menyesal Depak Suarez

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Mantan pemain Atletico Madrid, Diego Forlan yakin Barcelona menyesal melepas Luis Suarez. Hal serupa pernah dialami Real Madrid melepas Cristiano Ronaldo.

Suarez dilepas Barcelona di awal musim ke Atletico Madrid dengan status bebas transfer. Ronald Koeman menyebut pemain asal Uruguay itu tak masuk dalam rencananya musim ini.

Musim lalu Barcelona memang hancur lebar, tanpa satu pun meraih trofi. Ditambah lagi memori buruk dipecudangi Bayern Muenchen 2-8 di Liga Champions. Beberapa pemain dijadikan kambing hitam dan salah satunya adalah Suarez.

Bersama Atletico Madrid, Suarez membuktikan dirinya belum habis. Dia membawa Los Rojiblancos duduk di puncak klasemen LaLiga dengan keunggulan lima poin dari Barcelona. Suarez juga tampil tajam dengan mengemas 16 gol dari 26 laga di semua kompetisi.

“Saat Suarez dimasukkan ke dalam daftar pemain yang dijual, saya langsung tahu Barcelona melakukan kesalahan besar. Jelas dia masih pemain penting untuk Barcelona dan dia membuktikannya,” kata Forlan, dikutip dari Marca, Sabtu 6 Maret 2021.

“Dia mencetak banyak gol, membuat assist, dan juga sosok pemain yang bisa memberikan dampak besar di lapangan,” ujarnya.

Forlan membandingkan kasus Suarez dengan Cristian Ronaldo yang meninggalkan Madrid. Di musim pertama tanpa Ronaldo, El Real kesulitan karena kehilangan mesin gol.

“Mirip ketika Cristiano Ronaldo hengkang dari Real Madrid. Bukan hanya kepergian salah satu pemain terbaik dunia, tapi jaminan 50 gol dalam satu musim,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini