Waspada, Jangan Toleransi Sikap Intoleran

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Direktur Kajian Ekonomi, Kebijakan Publik, SDA Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) Andre Vincent Wenas menegaskan supaya tidak mentoleransi sikap intoleran. Hal ini dikutip dari seorang filsuf  bernama Karl Popper dalam The Open Society and Its Enemies. Intinya bahwa masyarakat wajib menolak toleran terhadap intoleran.

“Maka kita tidak bisa mentolerir mereka yang intoleran karena gerakan hasutan-hasutan mereka yang dipertimbangakn juga sebagai tindakan kriminal,” kata Andre, dalam Youtube Kanal Anak Bangsa, Jumat 5 Maret 2021.

Tanggapan ini mengacu pada sebuah paradoks yang menyatakan bahwa kehadiran surat edaran bersama MenPANRB dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 02/2021 dan No. 2/SE/I/2021 pada 25 Januari 2021 lalu.

Andre menilai masih ada yang mempertanyakan bahwa edaran ini bisa dikategorikan intoleransi juga terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN). Padahal ASN adalah bagian dari struktur organisasi yang menjunjung profesionalitas. Maksudnya adalah tidak mencampur-baurkan kerja profesional dengan ideologi yang anti terhadap Pancasila.

“ASN ini adalah bagian dari struktur organisasi untuk kelola administrasi negara, ada unsur manajemen, mesti dijunjung tinggi profesionalitas, tidak campur baurkan antar kerja profesional dan ideologis yang detrimental terhadap paham pancasila dan kebhinekaan,” kata Andre.

Maka ia menekankan supaya pemerintah bisa menegakkan surat edaran yang telah dikeluarkan oleh MenPANRB dan Kepala BKN secara adil dan ketat. Tindakan ini untuk mencegah ASN terlibat aktif dalam organisasi terlarang yang tercantum dalam edaran tersebut.

Beberapa organisasinya meliputi Partai Komunis Indonesia (PKI), Jamaah Islamiyah (JI), Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Front Pembela Islam (FPI).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kehadiran TNI-Polri Menjadi Pilar Utama Menjaga Papua Tetap Aman dan Damai

Oleh: Yonas Kogoya*Keamanan dan stabilitas di Papua terus menunjukkan penguatan seiring meningkatnyasinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjagaketertiban wilayah. Berbagai langkah strategis yang dilakukan TNI dan Polri menjadibagian penting dari upaya negara menghadirkan rasa aman sekaligus memastikanpembangunan di Papua berjalan secara berkelanjutan. Situasi tersebut memperlihatkankomitmen kuat negara dalam melindungi masyarakat Papua agar dapat menjalankanaktivitas sehari-hari dengan tenang, produktif, dan penuh harapan menuju masa depanyang lebih maju.Operasi gabungan TNI di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan(Kogabwilhan) III bersama Koops Habema menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Keberhasilan aparat dalammempersempit ruang gerak kelompok separatis serta mengamankan berbagaiperlengkapan tempur menunjukkan bahwa upaya penegakan keamanan dilakukansecara profesional, terukur, dan bertanggung jawab. Langkah tersebut sekaligusmemberikan optimisme bahwa Papua semakin berada dalam kondisi yang kondusifuntuk mendukung pembangunan di berbagai sektor.Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa seluruh operasikeamanan bertujuan memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara aman, termasuk anak-anak yang bersekolah dan masyarakat yang bekerja membangunperekonomian daerah. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa orientasi utama negara adalah melindungi rakyat dan menciptakan suasana damai demi kemajuan Papua. Keamanan bukan hanya soal menjaga wilayah, tetapi juga menjaga harapanmasyarakat agar dapat menikmati pembangunan dan kesejahteraan secara merata.Keberhasilan aparat keamanan dalam menjaga wilayah strategis di Papua juga memperlihatkan semakin kuatnya koordinasi lintas sektor. Dukungan masyarakatterhadap upaya menjaga stabilitas menjadi faktor penting yang mempercepatterciptanya kondisi aman dan tertib....
- Advertisement -

Baca berita yang ini