Daebak! Bae Suzy Siap Main Film Action di Bollywood

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar gembira datang dari aktris cantik Korea Selatan, Bae Suzy. Sukses jadi aktris Korea dan membintangi belasan drakor, Suzy siap terjun ke industri hiburan Bollywood.

Media lokal India mengabarkan bahwa Bae Suzy akan debut di Bollywood. Dilansir dari Koreaboo, film tersebut akan dibintang aktor Ram Charan sebagai pemeran utama pria. Tim produksi pun sedang mencari pemain utama wanita dan dikabarkan Suzy sudah menjadi incaran mereka.

Nantinya, film tersebut akan diproduksi oleh Dil Raju dan Shirish di bawah Sri Venkateswara. Aktris Bollywood Rashmika Mandanna dikabarkan juga menjadi salah satu pemeran utama film itu.

Mengenai rumor ini, baik rumah produksi Sri Venkateswara Creations maupun agensi Management Soop yang menaungi wanita 26 tahun itu belum memberikan pernyataan. Namun aktor Ram Charan sudah mengonfirmasi partisipasinya dalam film tersebut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ram Charan (@alwaysramcharan)

Sebelumnya, Suzy pernah dikabarkan akan membintangi film India bersama Kamal Hasaan berjudul ‘Indian 2’ yang juga disutradarai oleh Shankar. Namun produksi film itu ditunda dan dialihkan ke film baru yang belum diketahui judulnya itu.

Dilihat dari genre film yang akan dia mainkan, Suzy sepertinya sudah tak akan kesulitan. Pasalnya, ia pernah bermain di drama Korea bergenre action, ‘Vagabond’ bersama aktor tampan Lee Seung-gi.

Nama Bae Suzy kini sedang naik daun. Paras cantiknya masih menghantui pecinta K-Drama setelah sukses beradu akting dengan Kim Seon-ho dan Nam Joo-hyuk lewat drama Korea, ‘Start-Up’ yang tayang pada November 2020 lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing, Upaya Strategis Negara Pulihkan Generasi Pascabencana Sumatra

Oleh : Nancy Dora  Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh kembali menegaskanbahwa dampak kebencanaan tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian material. Di balikrumah yang runtuh, jalan yang terputus, dan fasilitas umum yang rusak, terdapat luka psikis yang jauh lebih dalam, terutama pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Dalam konteks ini, trauma healing bukan sekadar program pelengkap pascabencana, melainkan menjadi upayastrategis negara untuk memulihkan dan melindungi masa depan generasi terdampak. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari total pengungsi pascabencana di Sumatra dan Aceh. Kondisi tersebut menempatkan mereka padasituasi krisis berlapis, mulai dari kehilangan rasa aman, keterputusan akses pendidikan, hinggatekanan psikologis akibat pengalaman traumatis. Wakil Ketua Komisi Perlindungan AnakIndonesia (KPAI), Jasra Putra, menegaskan bahwa pemulihan mental dan sosial anak harusditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, karena trauma yang tidaktertangani berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan emosional anak dalam jangkapanjang. Pendekatan trauma healing yang didorong KPAI menempatkan anak bukan hanya sebagaikorban, tetapi sebagai subjek pemulihan yang aktif. Melalui konsep eco-healing, anak-anakdiajak berinteraksi kembali dengan lingkungan secara positif. Pendekatan ini menggabungkanpemulihan psikologis dengan edukasi ekologi, sehingga anak tidak tumbuh dengan rasa takutterhadap alam, melainkan dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dalampraktiknya, material sisa bencana dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif, seperti karya seniatau fasilitas belajar sederhana, yang membantu anak memaknai ulang pengalaman traumatissecara konstruktif. Lebih jauh, eco-healing juga diarahkan untuk membangun resiliensi jangka panjang denganmengintegrasikan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat seperti Ninik Mamak di Sumatra Barat dan Tuha Peuet di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini