Atletico vs Chelsea: The Blues Banyak Berubah di Bawah Asuhan Tuchel

Baca Juga

MATA INDONESIA, BUKAREST – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone mengatakan, Chelsea banyak berubah di bawah asuhan Thomas Tuchel. Menurut Simeone, permainan The Blues lebih menekan dan menyerang.

Atletico akan menghadapi Chelsea pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu 24 Februari 2021 dini hari WIB di Stadion Arena National, Bukarest, Rumania.

Chelsea memecat Frank Lampard dan menggantikannya dengan Tuchel. Sejak ditangani mantan pelatih PSG, Si Biru belum terkalahkan dari enam laga dengan rincian empat kemenangan dan dua imbang. Dari sisi pertahanan, klub London Barat jauh lebih tangguh.

Simeone sadar betul kekuatan yang dimiliki Chelsea. Meski demikian, pelatih asal Argentina itu membidik kemenangan agar sedikit memudahkan pertandingan leg kedua di markas Chelsea.

“Chelsea banyak perubahan sejak dilatih Thomas Tuchel. Mereka tim yang lebih menekan dan bermain lebih baik. Mereka tim kuat dengan banyak pemain bagus dan ada banyak pemain hebat yang didatangkan di awal musim,” kata Simeone, di laman resmi UEFA, Selasa 23 Februari 2021.

“Melihat tiga level kiper yang mereka punya, itu menunjukkan potensi tim seperti apa Chelsea. Pemain depan mereka bisa main di klub Eropa mana saja,” ujarnya.

“Kami membidik kemenangan melawan lawan kuat yang punya banyak pemain hebat. Mereka tahu bagaimana cara kami berpikir, tapi kami takkan berubah,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini