Buffon Tak Kaget Lihat Inter di Puncak Klasemen

Baca Juga

MATA INDONESIA, TURIN – Kiper Juventus, Gianluigi Buffon mengaku tak terkjut melihat penampilan Inter Milan musim ini. Menurut Buffon, Inter punya pelatih kelas dunia.

Inter Milan saat ini duduk di puncak klasemen dengan keunggulan delapan poin dari Juventus di peringkat tiga. Tapi, Bianconeri menyimpan satu laga lebih sedikit.

Sejak dilatih Conte di 2019, penampilan Inter memang mengalami perkembangan pesat. Dia membawa La Beneamata sebagai ruunner-up di musim pertamanya.

Kini, Inter berada di puncak klasemen unggul empat poin dari AC Milan di posisi kedua. Ini adalah pertama kalinya Inter duduk di posisi puncak sejak meraih treble winners di 2010 era kepelatihan Jose Mourinho.

“(Inter berada di puncak klasemen) jelas bukan sebuah kejutan. Saya akan terkejut jika mereka tak menunjukkan kualitasnya karena dilatih pelatih hebat dan punya skuat top,” ujar Buffon, dikutip dari Football Italia, Selasa 23 Februari 2021.

“Nilai atau kekuatan skuat mereka setidaknya sama kuat dengan kami,” kata kiper yang mencatatkan 654 penampilan bersama Juventus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini