Daerah Yerussalem Turun Salju

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah enam tahun terakhir, Yerussalem akhirnya diselimuti salju kembali pada 18 Februari 2020. Dalam waktu semalam saja, salju setinggi enam inci menutupi wilayah Yerussalem.

Fenomena cuaca yang langka ini sempat menyebabkan sejumlah gangguan dan mendorong pemerintah kota melakukan penilaian khusus terkait sistem dan layanan pendidikan kota pagi itu.

Sekolah di Yerussalem ditunda pembukaannya, dan kelas dimulai pukul 09:00. Rute 1 ditutup demi kelancaran lalu lintas di kedua arah, kemudian dibuka kembali pada kamis pagi. Karena hal ini, layanan kereta juga terpaksa dihentikan.

Dewan regional Merom Golan, Upper Gailee dan Golan mengumumkan bahwa sebagian besar sekolah mereka akan ditutup mulai Kamis 18 Februari hingga Minggu 21 Februari 2021, seperti halnya Kotamadya Safed.

Beberapa jalan ditutup di Golan utara dan Galilea, dan transportasi umum mengalami gangguan di daerah tersebut. Rute 90 juga ditutup dari Laut Mati ke Ein Gedi di kedua arah.

Otoritas Taman dan Alam menutup beberapa cagar alam dan jalur pendakian di utara dan selatan. Sementara transportasi umum di Safed juga telah berhenti beroperasi, karena jalanan tetap bersalju.

Pemerintah kota Yerusalem mengatakan akan bekerja sepanjang waktu untuk membersihkan jalan utama dari salju, memprioritaskan jalan yang menuju ke sekolah utama kota. Bagian selatan negara itu juga mengalami penurunan suhu. Bahkan ada hujan salju ringan semalam di Mizpe Ramon di Gurun Negev di selatan negara itu.

Reporter : Mega Suharti Rahayu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini