Viral! Aksi Wanita Rebus Uang Mahar Pernikahan, Netizen Ingatkan Soal Pidana

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Video Tiktok yang diunggah akun bernama @delilazahria mendadak menjadi perhatian netizen. Pasalnya, ia merebus lembaran uang usai digunakan sebagai mahar.

Video yang diunggah pada Minggu 14 Februari 2021vitu menampilkan sejumlah uang yang dirangkai untuk digunakan mahar pernikahan. Kondisinya pun terlipat mengikuti dengan dikelilingi kawat.

Uang-uang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sebuah wajan yang berisi air mendidih. Wanita itu terlihat membersihkan sisa-sisa lem yang menempel agar uang tersebut kembali ke bentuk semula.

Wanita itu pun menyarankan agar tidak menggunakan uang asli untuk mahar pernikahan. “Cuma sekedar saran sih buat yang mau nikah. Kalau bikin mas kawin buat dipajang di figura nggak usah sok pakai uang asli buat dibentuk-bentuk,” tulis akun tersebut, dikutip Senin 15 Februari 2021.

@delilazahria

The real pencucian uang

♬ Bima_studio Remix – Bima_studio?

Sontak, aksi merebus dan cuci uang pun viral 5,8 juta. Dilihat dari kolom komentar unggahan tersebut, banyak yang mengecam aksi si wanita yang menggunakan uang asli sebagai mahar pernikahan.

“Perasaan gak boleh loh mahar pake uang asli. Apalagi dilipet ampe kek gitu. Atiati loh ya…,” komentar Keptkitty98.

“Eh gak boleh lho ngerusak uang asli, bis kena pidana,” kata akun Yuhhh.

“Kalau udah kena pidana kabarin ya,” tulis MasAko.

“Ya kan emang gaboleh pake duit asli ngab kalau mau dihias tuh ada peraturannya. Sekarang tukang bikin mahar udah nyiapin uang mainan,” kometar Bintang.

“Setelah membaca komenan, banyak yang kurang literasi wkwk. Jadi intinya itu kalau mau bikin uang mahar jangan pakai uang asli, itu inti dari video ini,” kata Anonymous.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini