Dipecundangi Leicester, Guardiola Sebut Liverpool Masih on Track

Baca Juga
MATA INDONESIA, MANCHESTER – Liverpool tak mampu menampilkan performa impresif dalam tiga pertandingan terakhir. The Reds bahkan harus terseok-seok, saat menghadapi Leicester City di Venue King Powers Stadium, Sabtu (13/1) malam WIB.
Pada laga lanjutan Premier League pekan ke-24, Liverpool dipecundangi Leicester City dengan skor akhir 3-1. Liverpol sejatinya berhasil unggul lebih dulu lewat gol Mohamed Salah pada menit ke-67, namun gol tersebut justru memacu Leicester. Pada menit ke-78, James Maddison menyamakan kedudukan.
Sedangkan sepasang gol lain, hadir lewat Jamie Vardy menit ke-81 dan Harvey Lewis Barnes empat menit berselang. Hasil minor ini membuat Merseyside Merah berada di urutan keempat klasemen sementara dengan koleksi 40 poin, terpaut 13 poin dari pemuncak klasemen, Manchester City.
Meski demikian, pelatih The Citizens, Josep Guardiola mengatakan pasukan Jurgen Klopp masih on track dalam perburuan gelar Premier League musim 2020-2021. Sebelumnya, Klopp mengatakan bahwa harapan Liverpool mempertahankan gelar Premier League telah kandas usai dihancurkan Leicester City.
“Dari apa yang saya lihat, dari cara mereka (Liverpool) bermain melawan Leicester, kami harus kalah. Tetapi, tentu saja mereka dapat melakukannya,” kata Josep Guardiola, melansir Sportsmole, Minggu, 14 Februari 2021.
“Itu adalah Liverpool yang sama yang saya temui pada beberapa musim terakhir. Di kotak penalty mereka tidak seklinis sebelumnya, tetapi kualitas permainan mereka masih ada,” ucap mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Penguatan Peran Guru dalam Pembangunan Bangsa

Oleh: Amanda Purnama )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pendidikan sebagaisalah satu fondasi utama pembangunan nasional. Dalam kerangkatersebut, guru dipandang sebagai elemen paling penting dalam proses mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawabtantangan masa depan. Karena itu, berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah saat inidiarahkan untuk memperkuat kesejahteraan, kompetensi, danprofesionalisme guru agar kualitas pendidikan nasional semakinmeningkat.Komitmen pemerintah terhadap penguatan peran guru terlihat darilangkah nyata yang dilakukan dalam perbaikan sistem kesejahteraan tenaga pendidik. Selama bertahun-tahun, persoalan birokrasi yang panjang dalam penyaluran hak-hak guru sering menjadi perhatian. Pemerintah kemudian menghadirkan terobosan baru dengan memastikangaji dan tunjangan dapat diterima langsung oleh guru melalui transfer kerekening masing-masing setiap bulan.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskanbahwa mekanisme baru tersebut menjadi bagian dari upayapenyederhanaan birokrasi yang diinisiasi Presiden Prabowo. Menurut Abdul, kebijakan ini dirancang agar para guru dapat merasakanmanfaat program pemerintah secara langsung tanpa harus menghadapiproses administrasi yang berlarut-larut.Kebijakan transfer langsung tunjangan guru menunjukkan perubahanpendekatan dalam tata kelola pendidikan. Pemerintah tidak hanyaberupaya menyediakan anggaran yang memadai, tetapi juga memastikansetiap program berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Kebijakan transfer langsung tunjangan guru sekaligus memperlihatkankeseriusan pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebihresponsif terhadap kebutuhan tenaga pendidik.Peningkatan kesejahteraan guru juga diwujudkan melalui kenaikantunjangan bagi guru non-ASN. Pemerintah menaikkan tunjangan dariRp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gajipokok. Kebijakan tersebut mencerminkan perhatian pemerintah terhadappeningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian dari investasijangka panjang di bidang pendidikan.Program peningkatan kompetensi guru menjadi agenda lain yang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Selain memperkuat aspekkesejahteraan, pemerintah menyadari bahwa kualitas pendidikan sangatditentukan oleh kapasitas tenaga pendidik. Oleh sebab itu, berbagai program pengembangan kompetensi terusdiperluas agar guru memiliki kesempatan yang lebih besar untukmeningkatkan kualifikasi akademiknya.Program beasiswa bagi guru yang belum memiliki gelar D4 atau S1 menjadi salah satu instrumen utama dalam agenda tersebut. Abdul Mu’timenyampaikan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 150.000 guru menerima bantuan pendidikan melalui skema Rekognisi PembelajaranLampau (RPL) pada tahun 2026. Melalui program itu, guru memperolehbantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester untuk menyelesaikanstudi mereka.Program Pendidikan Profesi Guru...
- Advertisement -

Baca berita yang ini