India-Cina Sudah Tarik Pasukan dari Himalaya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Otoritas India dan Cina sama-sama sudah melakukan penarikan pasukan dari wilayah perbatasan di Himalaya, Ladakh, yang menjadi sengketa kedua negara.

Pasukan ditarik seiring dengan meredanya ketegangan di kawasan tersebut, yang sempat berlangsung selama beberapa bulan belakangan ini.

Mengutip AP, Kamis 11 Februari 2021, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh berkata, pihaknya dan Cina sudah sepakat untuk lebih mengutamakan pengamanan terkoordinasi di wilayah perbatasan, ketimbang menempuh cara yang merugikan.

“Pembicaraan kami yang berkelanjutan dengan Cina telah menghasilkan kesepakatan tentang pelepasan hubungan di tepi utara dan selatan danau Pangong,” kata Rajnath Singh.

Sementara Kementerian Pertahanan China dalam keterangannya mengatakan jika kedua pihak telah mulai menarik pasukan yang disinkronkan dan terorganisir.

Sebenarnya, sengketa di wilayah Himalaya ini sudah terjadi sejak 1962. Kemudian sempat memanas pada 15 Juni 2002 dan menewaskan 20 tentara India, termasuk juga Cina, meskipun rinciannya tak pernah dirilis resmi.

Pada Juni 2020 lalu, konflik terjadi lagi di wilayah sengketa ini. 20 tentara India tewas saat baku tembak dengan pasukan Cina, yang dipicu soal pelanggaran perbatasan.

Sejak saat itu ketegangan antara kedua negara meningkat, puluhan tentara dan perlengkapan perang ditempatkan di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) yang menjadi daerah perebutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sambut Hari HAM Ius Humanum Gelar Talk Show soal “Perlindungan Terhadap Pekerja Non Konvensional : Pekerja Rumah Tangga”

Mata Indonesia, Yogyakarta - Dalam rangka menyambut peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh pada 10 Desember 2024, kali ini Ius Humanum menyelenggarakan Talkshow dan Diskusi Film dengan Tema, "Perlindungan terhadap Pekerja Non-Konvensional : Pekerja Rumah Tangga" yang bertempat di Pusat Pastoral Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (PPM DIY).
- Advertisement -

Baca berita yang ini