Pengadilan Belgia Vonis 20 Tahun Penjara Diplomat Iran

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Pengadilan Belgia pada Kamis (4/2) memvonis seorang diplomat Iran karena merencanakan pemboman tahun 2018. Akan tetapi, aksi tersebut berhasil digagalkan oleh aparat keamanan.

Diplomat Iran yang diketahui bernama Assadollah Assadi yang berusia 49 tahun itu divonis hukuman penjara selama 20 tahun. Ia sejatinya ditugaskan untuk misi Teheran di Austria ketika ia memasok bahan peledak untuk sebuah serangan yang direncanakan.

Melansir Al Jazeera, Kamis, 4 Februari 2021, Assadi ditangkap di negara bagian Bavaria, Jerman selatan pada 1 Juli, di mana ia tidak memiliki kekebalan diplomatik. Ia ditangkap usai pengadilan Belgia mengeluarkan surat perintah penangkapan Eropa baginya.

Jaksa penuntut Jerman menekankan bahwa Assadi tidak dapat mengambil manfaat dari kekebalan diplomatik di Jerman karena dia terakreditasi di negara tetangga Austria dan datang untuk berlibur ke Jerman.

Tiga kaki tangan Assadi, yang memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Iran-Belgia, dijatuhi hukuman penjara antara 15 dan 18 tahun dan dicabut kewarganegaraan Belgia mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini