Kota Cirebon Rawan Lakalantas, 167 Orang Tewas Sepanjang 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polres Cirebon mencatat telah terjadi sebanyak 381 kecelakaan lalu lintas di kota tersebut, dengan korban tewas mencapai 167 orang sepanjang tahun 2020.

“Selama 2020 terdapat 167 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas,” kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol M. Syahduddi, Sabtu 30 Januari 2021.

Ia berkata, jumlah kecelakaan lalu lintas di Cirebon sepanjang 2020, mengalami peningkatan sebanyak 16 kasus, dibanding 2019.

Menurut dia, pada tahun 2020 terdapat 381 kecelakaan, meningkat dibandingkan tahun 2019 yang tercatat 365 kejadian, dengan korban meninggal dunia 163 orang.

Kemudian, untuk korban luka berat juga mengalami peningkatan. Tahun 2020, tercatat 31 orang luka berat, meningkat dibanding hanya delapan orang pada 2019.

Begitu juga korban yang mengalami luka ringan, pada 2020 tercatat 390 orang dan pada 2019 hanya 363 orang.

“Sedangkan untuk kerugian material mengalami penurunan hingga Rp 152 juta,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini