2021, Tren Transaksi Keuangan Digital Indonesia akan Melejit

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) yakin, tren transaksi keuangan digital tahun 2021 ini di Indonesia akan terus mengalami peningkatan.

Deputi Gubernur BI Destry Damayanti berkata, peningkatan sistem digitalisasi ini akan berdampak pada preferensi dan akseptasi masyarakat terhadap teknologi digital.

“Teknologi digital akan semakin mendorong pesatnya transaksi ekonomi digital, akselerasi perkembangan fintech dan digital banking ke depan,” kata Destry di Jakarta, Sabtu 30 Januari 2021.

Secara rinci, Destry menjelaskan, transaksi e-commerce diperkirakan akan meningkat 22,2 persen pada 2021. Sehingga transaksi di e-commerce tahun ini diperkirakan sebesar Rp 337 triliun dari sebelumnya pada 2020 sebesar Rp 253 triliun.

“Transaksi e-commerce ini akan menembus Rp 300 triliun di tahun 2021,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan juga akan terjadi pada penggunaan uang elektronik, yang diprediksi naik 32,3 persen menjadi Rp 266 triliun, dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp 201 triliun.

Sementara itu, transaksi digital banking akan meningkat 19,1 persen. Dari Rp 27 triliun di tahun 2020 menjadi Rp 32,2 triliun di tahun 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini