Gempa Susulan Masih Terjadi di Sulbar, Menteri Risma Anjurkan Warga Jauhi Pantai

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAGempa susulan dengan kekuatan sedang masih terjadi di Majene Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu 16 Januari 2021. Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta warga Sulbar menjauh dari pantai untuk sementara.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa dengan magnitudo 5.0 yang berpusat 20 kilometer timur laut Majene dan kedalaman 10 kilometer terjadi pada pukul 06.32 WIB.

Meski Menteri Risma mengkhawatirkan gempa susulan bisa menimbulkan tsunami namun, gempa Sabtu pagi ini menurut BMKG tidak berpotensi tsunami.

Sementara Risma mengaku mendapat informasi dari Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bahwa gempa susulan masih akan terjadi di Sulbar dan ada yang berpotensi tsunami.

Masalahnya, gempa itu tidak bisa dipastikan kapan terjadinya maka Risma menganjurkan untuk sementara warga Sulbar menjauhi pantai.

Risma telah berada di Sulbar Jumat malam bersama Kepala BNPB Doni Monardo menumpang Hercules TNI AU.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini