Pemerintah Kantongi Identitas Dalang Kerusuhan 22 Mei

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pemerintah melalui Menko Polhukam Wiranto mengklaim sudah mengantongi identitas dalang di balik kerusuhan dalam aksi 22 Mei di depan Kantor Bawaslu, Jakarta.

“Kami sebenarnya sudah tahu dalang aksi itu dari hasil investigasi,” ujar Wiranto, Rabu 22 Mei 2019.

Namun, saat ditanya siapa orang yang dimaksud, Wiranto enggan menyebutnya. Bahkan ia menolak berkomentar soal adanya mobil ambulans dengan logo parpol berisi batu dan alat pemukul yang diamankan oleh kepolisian saat kerusuhan terjadi.

Wiranto hanya berkata, pemerintah memiki intelijen yang masih terus mengamati situasi sejak sebelum dan sesudah pemilu berlangsung.

“Ini ada satu keterkaitan antara kasus satu dengan lainnya. Dalang itu kami sudah tahu, dan masih diselidiki lebih dalam,” ujar Wiranto.

Ia pun mengingatkan secara tegas kepada masyarakat bahwa pemerintah mengetahui semua aktivitas para pihak yang hendak melakukan tindakan pidana.

Menurut Wiranto fenomena kerusuhan tersebut menguatkan indikasi ada upaya membangun kebencian hingga antipemerintah. Padahal, aksi brutal yang dilakukan kelompok lain selain pengunjuk rasa adalah preman bayaran.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini