Pulihkan Sektor Pariwisata, Sandiaga Uno Gelar Ajang Sport Tourism di Destinasi Super Prioritas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Gebrakan besar langsung diluncurkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno untuk menarik wisawatan datang dengan mengelar event wisata berbasis olahraga atau sport tourism.

Rencananya event tersebut akan dilakukan di lima destinasi super prioritas, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Lima destinasi wisata super prioritas yang saat ini sedang fokus dikembangkan oleh pemerintah adalah Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Sandiaga mengatakan, penyelenggaraan event tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memulihkan sektor pariwisata domestik sekaligus mengimplementasikan konsep wisata berkualitas.

Saat ini, Kemenparekraf telah memetakan beberapa daerah yang akan menjadi tuan rumah event-event dari berbagai cabang olahraga.

“Saya dapat komitmen dari komunitas golf, sudah ada tiga daerah yang dicalonkan yakni Bali, Jakarta, dan ada satu lagi. Saya minta kenapa nggak ditambah lagi? Kenapa cuma tiga? Kenapa nggak lima? Ditambah Yogyakarta dan Kepulauan Riau,” ujarnya.

Untuk cabang olahraga triathlon diselenggarakan di Danau Toba dan Labuan Bajo. Sementara untuk event marathon hanya digelar di satu daerah.

Sandiaga mengatakan, rencana ini masih dapat berubah karena Indonesia dinilai telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya melalui program Cleanliness, Safety, Health, Environmental Sustainability (CHSE).

Di samping itu, Indonesia juga memiliki potensi wisata olahraga yang sangat besar untuk dikembangkan.

“Maka dari itu saya memberikan challenge, memberikan tantangan kepada komunitas kalau rencana ini harus ditingkatkan. Karena protokol kesehatan yang sudah ditempuh oleh masing-masing cabang olahraga sudah sesuai dengan CHSE,” kata Sandiaga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini