Mahfud MD: Emak-Emak Itu Memang Harus Dihukum

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Pakar hukum yang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD menegaskan proses hukum tiga ibu-ibu di Karawang yang menyebut Jokowi akan melarang azan sudah benar.

“Tiga emak itu memang tdk melakukan pelanggaran kampanye sebab mereka bkn paslon, bkn caleg, dan bkn tim pemenangan dlm pemilu. Tp mereka melanggar hkm pidana yg ancaman hukumannya lbh berat daripada pelanggaran kampanye,” kata Mahfud melalui akun twitternya, Rabu 27 Februari 2019.

Menurutnya obrolan tiga ibu-ibu yang dengan bahasa Sunda menyebutkan akan adalah larangan azan jika Jokowi terpilih lagi, menurut Mahfud bisa dipidana.

Itu adalah delik aduan. Sehingga untuk memprosesnya polisi harus menerima pengaduan terlebih dahulu.

Mahfud juga mengingatkan semasa menjabat presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah melakukannya terhadap Eggy Sudjana dan Z. Maarif dan keduanya dipidana.

Sebenarnya penghinaan terhadap SBY selaku presiden jumlahnya banyak, tetapi tiidak semuanya dilaporkan.

Sebelumnya beredar video berisi obrolan tiga emak-emak asal Krawang yang menyebutkan Jokowi akan melarang azan berkumandang dan melegalkan LGBT jika terpilih lagi.

Berita Terbaru

Hipertensi Lansia dan Pentingnya Deteksi Dini melalui CKG

Oleh : Ricky Rinaldi *)Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatanyang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia di Indonesia. Penyakit inisering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi memiliki risiko serius terhadap kesehatan apabila tidak ditangani sejakdini. Pada kelompok lansia, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting dalam memperkuatdeteksi dini dan pencegahan penyakit pada masyarakat usia lanjut.Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan baru bagisistem kesehatan nasional. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorangmengalami perubahan yang membuat risiko penyakit tidak menular semakin tinggi. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami lansia karenadipengaruhi oleh faktor usia, pola makan, aktivitas fisik, hingga kondisi psikologis.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunankesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini