Wajib Nonton! Ini Rekomendasi Film Horor Bertemakan Ibu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sosok ibu identik dengan sikapnya yang tegas dan terkadang membuat kita takut. Sering kali, perintahnya gak kita lakukan sehingga membuatnya kesal dan marah.

Nah, di Hari Ibu yang spesial ini, gak ada salahnya kita berhenti mebuat mereka kesal dan menghabiskan waktu bersama di rumah. Salah satunya sambil menonton film. Gak melulu harus film sedih kok untuk menikmati tontonan spesial Hari Ibu, yang seram juga bisa!

Biar momen Hari Ibu kamu makin seru, yuk simak rekomendasi film horor bertema ibu yang bisa kamu saksikan bersama emak di rumah!

1. Pengabdi Setan (2017)

Pengabdi Setan

Sudah bukan rahasia lagi kalau film Pengabdi Setan bakal sukses bikin kamu menjerit sampai tutup mata. Terutama saat melihat sosok ibu yang siap ‘menjemput’ anaknya di film ini.

Pengabdi Setan mengisahkan sebuah keluarga yang harus menerima nasib ditinggal Ibu mereka untuk selama-lamanya. Alih-alih menjadi cerita sedih, sosok Ibu yang ‘kembali’ dalam film ini justru memberikan teror mencekam. Dijamin, film ini bakal membuat momen Har Ibu kamu berbeda dari yang lain.

2. Rumah Dara (2010)

Rumah Dara

Masih di industri film lokal, Rumah Dara juga patut jadi rekomendasi film horor bertemakan ibu. Sosok Ibu Dara yang miterius dan caranya mendidik anak-anaknya tentu akan membuatmu tercengang.

Film ini menceritakan sekelompok anak muda yang telah menolong salah satu anak dari Ibu Dara. Bukannya mendapat ucapan terima kasih, sekelompok anak muda ini harus berhadapan dengan Ibu Dara untuk menyelamatkan nyawa mereka.

3. Hereditary (2018)

Hereditary

Beralih dari film dalam negeri, sinema mancanegara Hereditary juga wajib kamu tonton di Hari Ibu ini. Kalau kamu sudah pernah menonton Pengabdi Setan, certa di film ini mungkin gak akan asing buat kamu.

Masih bertema ibu, Hereditary mengisahkan keluarga yang dirundung kesedihan usai ibu atau nenek dari keluarga Graham meninggal dunia. Kejanggalan mulai terjadi, ketika salah satu anggota keluarga mereka, Charlie Graham, tewas mengenaskan saat tenga berpergian dengan sang kakak, Peter Graham.

Saat itu, sosok ibu Peter dan Charlie, Annie Graham nampak sangat terpukul dan ingin melihat putrinya kembali. Namun, hal yang dilakukan Annie justru membongkar masa lalu ibunya yang meninggal dan membahayakan anggota keluarganya.

4. Mama (2012)

Mama

Satu lagi film horor bertemakan ibu yang bikin nyali ciut adalah Mama. Jika film sebelumnya cukup ngeri dan mencerminkan sosok ibu yang menyeramkan, hantu di film Mama ini justru memiliki sisi manusiawi dan rasa kasih sayang.

Film ini menceritakan dua bocah kecil, Lily dan Victoria yang dirawat oleh makhluk seram berambut panjang, usai ibu mereka terbunuh di hutan. Hantu ini merawat mereka dengan baik dan kedua bocah itu memanggilnya Mama.

Beberapa tahun kemudian, Lily dan Victoria ditemukan oleh Lucas, kembaran ibu dari kedua anak ini. Lily dan Victoria pun berhasil dibawa pulang. Namun sayang, sosok Mama yang telah merawat mereka juga ikut dan terus menemui kedua bocah ini setiap malam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini